Menyusuri TKP Kematian Sutrimo, Penyebab Kematiannya Masih Jadi Teka-teki
Penyebab resmi kematian Sutrimo masih menjadi misteri usai beberapa hari penemuan jenazahnya. Apalagi, saat ini Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab kematian pria yang diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah itu.
Katadata juga sempat menyambangi tempat kejadian perkara (TKP) jenazah Sutrimo ditemukan. Lokasi tersebut adalah bekas klinik kecantikan bernama Mordent yang berada di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Suasana bangunan klinik tersebut mengalami suasana kontras selama sepekan terakhir akibat ditemukannya jenazah Sutrimo di lobi bangunan tersebut. Selain garis polisi, bangunan kosong tersebut dipenuhi aparat penegak hukum dan awak media hingga Minggu (26/7).
Berdasarkan pantauan Katadata pada Selasa (28/7), Klinik Mordent telah dipasang garis polisi di gerbang, pintu utama, dan pintu garasi rubanah bangunan tersebut. Namun lampu di lobi bangunan masih menyala saat Katadata mengunjungi bangunan tersebut sekitar pukul 11.00 WIB.
Warga sekitar yang enggan dikutip namanya menjelaskan bangunan tersebut telah kosong sejak 2022. Namun Klinik Mordent seketika ramai dipenuhi orang setelah ditemukan mayat di lobi bangunan tersebut pada Kamis (23/7).
"Saya tahunya ada ramai-ramai dari ditemukan mayat dan akhirnya dibawa ambulans pada hari kerja. Masih ramai sampai hari Minggu," kata warga tersebut kepada Katadata, Selasa (28/7).
Berdasarkan keterangan warga lain yang juga enggan dikutip namanya, jenazah tersebut telah dimakamkan di Banyumas, Jawa Tengah. Namun tidak ada warga yang pernah sekitar yang pernah melihat Sutrimo secara langsung mengunjungi klinik tersebut. Secara umum, warga sekitar tidak pernah melihat adanya aktivitas di bangunan Klinik Mordent selama beberapa tahun terakhir.
Dalam penyelidikan, lokasi penemuan jenazah turut menjadi sorotan. Bekas Klinik Mordent di Jalan Kramat Pela berjarak sekitar 450 meter dari kediaman pribadi Febrie Adriansyah berdasarkan penelusuran Google Maps. Meski demikian, Polda Metro Jaya belum menyampaikan adanya keterkaitan antara lokasi tersebut dengan penyebab kematian maupun pihak tertentu.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya mendalami beberapa dokumen seperti rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, dan lokasi awal ditemukannya Sutrimo. Karena itu, Budi masih belum dapat memastikan pekerjaan Sutrimo sampai saat ini.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh," kata Budi dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (27/7).
Sutrimo ditemukan di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru pada Kamis (23/7) dengan kondisi tidak sadarkan diri. Dia kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring dan tiba di lokasi dalam keadaan wafat.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dalam kasus kematian Sutrimo. Dari hasil pemeriksaan, Tim Pusat Laboratorium Forensik Polri tak menemukan racun dari TKP. Saat ini, semua bukti yang diamankan akan dibawa ke Puslabfor untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo.
“Tidak (ditemukan racun)," kata Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha di depan klinik Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (27/7) dikutip dari Antara.