Pemerintah akan Bangun Rumah Layak Tinggal untuk Korban Kebakaran Desa Sade
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah berencana membangun rumah layak tinggal bagi masyarakat yang terdampak kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kebakaran tersebut telah terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Permukiman tradisional masyarakat Suku Sasak tersebut dilalap api hingga sejumlah rumah dan bangunan di kawasan adat mengalami kerusakan.
Selama ini, Sade dikenal sebagai salah satu kampung adat di Lombok yang masih mempertahankan rumah tradisional, bahasa, kesenian, kain tenun, serta berbagai tradisi masyarakat Sasak secara turun-temurun.
“(Kami) segera menyusun rencana rekonstruksi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan di sama. (Termasuk juga) pembangunan rumah layak tinggal untuk masyarakat Sade,” kata Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (31/8).
Sade merupakan satu dari 21 dusun yang ada di Desa Wisata Rembitan. Pada kondisi normal, Sade biasanya dikunjungi 200 orang wisatawan per hari. Jumlah kunjungan bisa bertambah menjadi 500-1.000 orang pada periode puncak, seperti libur tahun baru.
Dengan kunjungan tersebut, Widiyanti menyebut jumlah perputaran ekonomi dari Sade mencapai Rp 22,5 juta-35 juta per hari pada hari normal dan mencapai Rp 50 juta per hari hingga Rp 1,25 miliar per bulan pada periode puncak.
“Terjadi kerusakan total pada 75 hunian, 20 hunian juga terdampak di dekat Dusun Sade,” ujarnya.
Tak hanya hunian, kebakaran tersebut juga berdampak kerusakan bagi 11 tempat pertemuan dan 69 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan hitungannya ada 320 pelaku pariwisata yang terdampak, mulai dari pemandu lokal, pengrajin tenun, penjual souvenir, pelaku seni, pengelola parkir, keamanan, dan kebersihan.
“Kami telah mendapat laporan total kerugian ada Rp 33,84 miliar rupiah,” ucapnya.
Dalam jangka pendek pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyediaan distribusi stok makanan yang sudah. Pemerintah juga akan melaksanakan program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku wisata seperti trauma healing, bimbingan teknis, dan pemberdayaan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan pembuatan dapur umum.
Pemerintah juga berencana untuk membangun museum sementara dan masjid di sana. Hal ini dilakukan agar pada saat momentum MotoGP kawasan tersebut bisa dikunjungi wisatawan.
“Untuk jangka panjang akan dibuat satu akun donasi untuk pengumpulan dana,” katanya.
Bantuan UMKM
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan kementerian teknis untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan, termasuk bagi pelaku UMKM yang terdampak.
“Ya, nanti tentu akan dibahas untuk rekonstruksi,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (24/8).
Airlangga juga menyebut, akan membahas mengenai kemungkinan pemberian stimulus atau bantuan kepada UMKM di kawasan tersebut. Pemerintah akan membahasnya bersama kementerian teknis.
“Ya nanti dibahas dengan kementerian teknis,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan bantuan untuk rehabilitasi Desa Adat Sade tidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya, kebutuhan rehabilitasi pascakebakaran membutuhkan skema bantuan yang berbeda.
Pemerintah akan mencari skema lain untuk membantu proses rehabilitasi. Pembahasan mengenai skema tersebut nantinya akan melibatkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
“Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda,” kata Airlangga.