Profil Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang

Katadata/AI
Ilustrasi Kapal Virgo Transport 8 tengah berlayar di lautan.
Penulis: Ahmad Islamy
13/9/2026, 12.29 WIB

Basarnas mengerahkan tim SAR untuk mencari Kapal Virgo Transport 8 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9). Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan membawa 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Tebaru, Basarnas mengerahkan satu helikopter untuk memperkuat pencarian korban kecelakaan kapal itu. Heli itu diberangkatkan dari Surabaya untuk langsung melaksanakan pencarian di lokasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, selaku SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan bahwa pengerahan unsur udara menjadi bagian dari upaya tim SAR gabungan mengoptimalkan pencarian terhadap kapal dan penumpang yang masih dalam penanganan operasi.

“Satu heli dari Basarnas berangkat dari Surabaya untuk operasi pencarian,” katanya dalam konferensi pers di Banjarmasin, dikutip Antara, Minggu.

Dilansir dari MarineTraffic, Virgo Transport 8 adalah kapal penumpang jenis passenger/ro-ro cargo ship atau kapal feri yang juga dirancang untuk mengangkut kendaraan. Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki nomor identifikasi internasional atau IMO 8625179 serta MMSI 525110543.

Kapal itu dibangun pada 1987 dan memiliki panjang sekitar 119 meter dengan lebar 21 meter. Virgo Transport 8 tercatat memiliki tonase kotor (gross tonnage/GT) sebesar 4.277 GT dan daya angkut (deadweight tonnage/DWT) sekitar 2.612 ton.

Virgo Transport 8 tercatat melayani pelayaran di wilayah Laut Jawa, termasuk rute Surabaya-Banjarmasin. Dalam sistem Automatic Identification System (AIS), kapal tersebut tercatat sebagai kapal penumpang dengan tanda panggilan radio (call sign) YDIL4.

Kapal itu memiliki sarat (draught) sekitar 5,6 meter berdasarkan sejumlah pembaruan data AIS. Sarat merupakan jarak bagian kapal yang berada di bawah permukaan air hingga ke permukaan laut.

Dalam sejumlah perjalanan yang tercatat, Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan kecepatan rata-rata sekitar 9-11 knot. Kecepatan maksimum kapal yang tercatat mencapai sekitar 13 knot.

Sebagai kapal penumpang, Virgo Transport 8 menyediakan sejumlah fasilitas bagi penumpang. Fasilitas tersebut antara lain ruang tunggu serta kamar penumpang kelas 1, 2, 3, dan VIP.

Sebelum beroperasi di Indonesia, kapal tersebut menggunakan bendera Jepang dan bernama Ferry Kurushima. Kapal asal Negeri Sakura itu sebelumnya melayani rute pelayaran antara Kokura dan Matsuyama hingga 30 Juni 2025.

Setelah itu, kapal tersebut dibeli PT Virgo Karya Shipping (VKS) untuk kemudian dioperasikan pada rute pelayaran di Indonesia.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seluruh penumpang dan awak Virgo Transport 8. Petugas juga terus memantau perkembangan kondisi di lokasi pencarian serta berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait.

“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas, tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan,” ujar Putu.

Dia menuturkan, Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 Wita. Sebelum kehilangan kontak, kapal tersebut diketahui sempat menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan.

“Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” ucap Putu.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin menerima laporan mengenai hilang kontak kapal pada pukul 04.10 Wita dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi. Kapal diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 17.13 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan enam personel pada pukul 04.30 Wita menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih. Tim kemudian melanjutkan pencarian menuju lokasi yang diperkirakan menjadi posisi terakhir Virgo Transport 8 menggunakan KN SAR Laksmana 241.

Putu mengatakan pengerahan personel dan sarana pencarian dioptimalkan karena kapal membawa penumpang dan awak dalam jumlah besar. Keselamatan seluruh orang di dalam kapal menjadi prioritas utama operasi SAR.

Operasi pencarian melibatkan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait, yakni KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin juga menyiapkan berbagai peralatan untuk mendukung operasi, mulai dari KN SAR Laksmana 241, Rescue Car D-Max, peralatan water rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, Starlink, hingga peralatan pendukung lainnya. Waktu tempuh menuju lokasi yang diperkirakan sebagai posisi terakhir kapal sekitar lima jam.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.