Survei Baru Poltracking: Gerindra Teratas, Mayoritas Elektabilitas Parpol Susut
Lembaga survei Poltracking Indonesia menemukan elektabilitas mayoritas partai politik masuk dalam tren penurunan. Namun urutan elektabilitas parpol selama 12 bulan terakhir tidak banyak berubah.
Temuan tersebut merupakan hasil survei kepada 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan 95%. Seluruh responden berdasarkan Daftar Pemilih Tetap 2024 di penjuru negeri dan dilakukan pada Agustus 2026.
"Pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2%, diikuti PDI Perjuangan 11,6%, dan Partai Golkar 10,4%," kata Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (25/9).
Poltracking memaparkan setidaknya ada tiga parpol yang memiliki tren penurunan lebih dari 200 basis poin selama 12 bulan terakhir. Penyusutan elektabilitas terbesar dialami oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yakni sebesar 410 basis poin dari posisi Oktober 2025 sebesar 15,7%.
Capaian tersebut diikuti Partai Keadilan Sejahtera yang susut 230 basis poin pada Agustus 2026 dari level 5,4% pada Oktober 2025 menjadi 3,3%. Sementara itu, elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa susut 220 basis poin menjadi 6,2%.
Penurunan tersebut mengubah rangking parpol berdasarkan elektabilitas. Posisi PKS kini disalip oleh Partai Amanat Nasional dengan elektabilitas 3,4%. Sementara itu, elektabilitas PKB di peringkat keempat dan Partai Demokrat di peringkat kelima kini hanya terpisah 10 basis poin.
Secara berturut-turut di bawahnya adalah Partai Nasdem yang dipilih 4,4% responden, PAN dengan elektabilitas 3,4%, PKS sebesar 3,3%, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan elektabilitas 2,3%, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan tingkat keterpilihan 1,9%.
Hanya ada dua parpol yang menunjukkan pertumbuhan elektabilitas secara tahunan, yakni Partai Golkar dan Partai Demokrat. Dalam paparan, elektabilitas Partai Golkar naik 90 basis poin dari posisi 9,5% pada Oktober 2025.
Sementara itu, elektabilitas Partai Demokrat per Agustus 2026 tumbuh 70 basis poin dari capaian Oktober 2025 sebesar 5,4% menjadi 6,1%. "Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik," kata Alvetro.