Profil Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Menko Hilirisasi Pertama RI

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
1/10/2026, 15.21 WIB

Presiden Prabowo Subianto telah melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Kepresidenan, Kamis (1/10). Bahlil merupakan tokoh yang pertama kali menjabat sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Sebab, jabatan tersebut baru pernah ada di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil sebelumnya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Agustus 2024. Usai dua tahun menjabat, Presiden kemudian memberinya kursi Menteri Koordinator.

Meski sudah memiliki jabatan baru, Ketua Umum Partai Golkar ini akan tetap menjabat sebagai Menteri ESDM. Sesaat setelah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Bahlil mengatakan bahwa dia mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai penugasan tersebut.

"Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," kata Bahlil dikutip dari Antara, Kamis (1/10).

Bahlil mengatakan penugasan tersebut merupakan amanah dari Presiden untuk bangsa dan negara.

"Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara," kata Bahlil.

Profil Bahlil Lahadalia

Lahir di Maluku Tengah, Maluku, Bahlil mengawali kariernya di sektor swasta. Pria kelahiran 1976 itu mula-mula bekerja sebagai pegawai kontrak di perusahaan survei pelat merah PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo). 

Bahlil mengambil pekerjaan kontrak tersebut setelah menyelesaikan studi sarjana. Ia memperoleh gelar sarjana dengan terlambat pada 2002 dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Jayapura, Papua. 

Ia sempat menjadi sopir angkot untuk membiayai kuliahnya. Saat masih duduk di bangku kuliah, Bahlil juga terlibat dalam gerakan mahasiswa prodemokrasi lewat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Papua. 

Aktivismenya terjadi di tengah perjuangan mahasiswa mendesak Presiden Soeharto untuk mundur, yang pada akhirnya terjadi pada 1998. Bersama teman-temannya di HMI, Bahlil mendirikan perusahaan konsultan keuangan PT Primatama Cipta Niaga. Ia menjabat sebagai direktur utama di perusahaan yang berbasis teknologi informasi (IT) itu. 

Bahlil mulai membangun perusahaannya sendiri di industri pengolahan kayu pada 2003 setelah meninggalkan Primatama Cipta Niaga. Pada 2010, pengusaha asal Maluku itu telah membangun PT Rifa Capital yang menjadi induk dari 10 perusahaannya. Gurita bisnisnya menjangkau beragam sektor, termasuk pertambangan, konstruksi, logistik, perkebunan, dan properti.

Dari Pengusaha Jadi Menteri

Sebagai pengusaha muda yang sukses, Bahlil bergabung ke dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Keterlibatannya di Hipmi mempertemukan dia dengan pengusaha yang akan menjadi politisi, termasuk Presiden Joko Widodo. 

Karier Bahlil di Hipmi memuncak saat ia terpilih sebagai ketua umum Hipmi pada 2015. Ia menjadi pemimpin organisasi pengusaha muda itu yang pertama dari Papua. Ia mengemban jabatan ini hingga 2019. 

Pada Oktober 2019, Presiden Jokowi memberikan amanah ke Bahlil sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang kemudian berubah menjadi Kementerian Investasi. Dengan latar belakang pengusaha daerah, Bahlil saat ini bertanggung jawab untuk mengawasi penanaman modal dan perbaikan iklim usaha di Indonesia.

Di ujung pemerintahan Joko Widodo, dia diberi mandat sebagai Menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif yang telah menjabat sejak 2019. Meski jabatan Presiden berganti, namun kedudukan Bahlil tetap berada di Menteri ESDM. 

Di tengah perjalanannya sebagai menteri, Bahlil juga mendapatkan mandat sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Jabatan terakhir yang diembannya adalah dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi hari ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani