Profil Martha Tilaar, Legenda Kosmetik Lokal Meninggal Dunia pada Usia 89 Tahun

Martha Tilaar Group / Instagram
Ilustrasi produk Martha Tilaar. Penjualan kosmetik dan kecantikan turun selama pandemi corona.
14/10/2026, 13.48 WIB

Pengusaha kosmetik Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10) pagi dalam usia 89 tahun. 

Kabar meninggalnya pendiri perusahaan pemilik jenama Sariayu tersebut disampaikan oleh keluarga besar Tiara Kusuma, Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia di mana Martha tercatat menjabat sebagai Dewan Kehormatan Tiara Kusuma.

Jenazah Martha Tilaar disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Profil Martha Tilaar

Martha lahir pada 4 September 1937 dan meninggal dunia pada 14 Oktober 2026. Dia dikenal sebagai perintis industri kosmetik lokal melalui Martha Tilaar Group dan merek Sariayu. Perjalanan bisnisnya bermula dari salon kecantikan kecil sebelum berkembang menjadi perusahaan yang memproduksi kosmetik dan produk herbal.

Mengutip laman resmi Sariayu, Martha mengawali usahanya dengan membuka Martha Salon di Jalan Tosari, Menteng, Jakarta, pada 1970. Tujuh tahun kemudian, ia mendirikan merek Sariayu yang mengangkat kecantikan dengan inspirasi budaya dan tradisi Indonesia.

Dalam mengembangkan Sariayu, Martha melakukan riset terhadap manuskrip kuno dari Keraton Yogyakarta untuk mempelajari cara perempuan ningrat Jawa merawat kecantikan. Ia juga melibatkan ahli antropologi yang memahami sejarah dan budaya kecantikan Timur.

Martha meyakini riset, tradisi, bahan, dan pemahaman pasar merupakan unsur penting dalam pengembangan produk. Ia juga menempatkan inovasi sebagai bagian dari upaya menjaga relevansi produk dengan kebutuhan konsumen.

Pada 1987, Martha memperkenalkan koleksi tren warna Sariayu yang terinspirasi dari tradisi dan budaya Indonesia. Melalui tema berbeda setiap tahun, koleksi tersebut menjadi salah satu cara perusahaan memperkenalkan keragaman budaya Indonesia melalui produk kecantikan.

Laman resmi Sariayu menyebut koleksi Sariayu Color Trend terus dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan dapat menjangkau konsumen lintas generasi.

Selain membangun bisnis, Martha juga menyuarakan pandangannya mengenai pemberdayaan perempuan. Dalam kutipan yang dimuat di laman resmi Sariayu, ia menyatakan, “Makna emansipasi bukan semata untuk memperoleh persamaan hak. Sebenarnya yang perlu dituntut kaum perempuan, bukan hanya persamaan hak, tapi juga hak memilih dan menentukan nasib sendiri.”

Membangun Bisnis Kosmetik

Perjalanan bisnis Martha berlanjut pada 1981 ketika ia bersama Pranata Bernard dan Theresa Harsini Setiady mendirikan PT Martina Berto. Perusahaan tersebut membangun pabrik modern pertamanya di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, untuk memproduksi kosmetik dan obat herbal dengan merek Sariayu-Martha Tilaar,. 

Pada 1986, perusahaan mendirikan pabrik modern kedua di Jalan Pulo Kambing, kawasan industri Pulogadung, sebagaimana dilansir dari laman resmi Martha Tilaar. 

PT Martina Berto Tbk (MBTO) kemudian menjadi perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan informasi perusahaan, kegiatan usahanya mencakup pembuatan dan perdagangan jamu tradisional serta produk kosmetik.

Martina Berto mulai menjalankan kegiatan operasional komersial pada Desember 1981. Produk-produknya dipasarkan di pasar domestik maupun internasional.

Dalam pengembangan bisnisnya, Martha Tilaar Group mengusung konsep Natural, Eastern, Technology (NET) serta Icon, Innovation and Institution (I3) sebagai bagian dari pendekatan pengembangan merek dan perusahaan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina