Penyelidikan Ledakan di Ciputat: 18 CCTV Diamankan, Ada Temuan Tabung Gas
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Dua personel Brimob berjaga saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/10/2026).
Sebanyak 13 orang menjadi korban ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (14/10). Saat ini, Pusat Laboratorium Forensik Bareskirm Polri tengah menyelidiki penyebab ledakan tersebut.
Ledakan tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka-luka. Polda Metro Jaya juga masih menunggu hasil Puslabfor terkait ledakan tersebut.
"Nanti, akan disampaikan hasil yang scientific," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Kamis (15/10) dikutip dari Antara.
Polisi Cek CCTV
Puslabfor bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro telah mengamankan 18 kamera (CCTV) dari lokasi ledakan. Kamera itu didapatkan dari beberapa lokasi dan sudut di dalam bangunan yang terkena ledakan.
"Kami juga menyita perangkat perekam atau decoder untuk memeriksa rekaman yang tersimpan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan pada Kamis (15/10).
Imron mengatakan rekaman itu akan dicek untuk mengetahui situasi sebelum ledakan terjadi. Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan di balik ledakan.
Temukan Tabung Gas Etilen
Polisi juga menemukan sejumlah komponen ledakan seperti tabung gas etilen 50 kilogram, dinamo, dan selang penyalur gas. Mereka juga akan memeriksa instalasi listrik untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang memicu api.
"Temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan yang ruangan refine itu," kata Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring.
Pernah Pasok Buah MBG?
Seorang saksi mata juga menjelaskan hal terkait ledakan dapur tersebut. Saksi mata yang bernama Darmini mengatakan ruko tempat terjadi ledakan pernah dimanfaatkan untuk tempat suplai buah bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Bukan dapur, (tapi) untuk suplai buah MBG," kata Darmini kepada awak media, Kamis (15/10).
Darmini mengatakan, ruko pernah dijadikan dapur program MBG, namun hanya sebentar dan kemudian berubah fungsi. Dia lalu mengatakan pihak yang bertanggung jawab atas operasional ruko menjadi salah satu orang yang meninggal dalam ledakan.
Sedangkan Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan bangunan yang mengalami ledakan bukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baik yang tengah beroperasi maupun menjadi gudang.
BGN mengatakan ruko yang terkena ledakan merupakan gudang pemasok buah dan peralatan berbahan stainless steel. Menurut mereka insiden itu tak berdampak terhadap pasokan makanan untuk MBG.
"Bangunan dilokasi digunakan oleh pihak lain, bukan untuk operasional SPPG. Jadi tidak ada keterkaitan langsung dengan program MBG," kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan I Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis BGN, Kamis (15/10).
Reporter: Antara