Kapolri sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dalam Masalah Karhutla

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar
Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers
Penulis: Mela Syaharani
19/10/2026, 19.08 WIB

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Suyudi Ario Seto mengatakan ada keterlibatan pihak asing dalam masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini terjadi di Indonesia. Hal itu disampaikan Suyudi dalam konferensi pers yang digelar di Istana Merdeka, Senin (19/10).  

“Ini ada keterlibatan pihak asing, namun ini masih dalam proses penyidikan,” kata Suyudi. 

Suyudi menyebut pihak asing yang terlibat ini ada yang berasal dari negara tetangga. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan lebih lanjut sejauh mana keterlibatan pihak luar negeri dalam masalah karhutla ini.

Meski sudah ada indikasi, dia menyebut pihaknya masih perlu waktu untuk memilah mana pihak yang masuk kategori asing dan bukan. Tak hanya pihak pihak asing, dalam kesempatan tersebut dia mengatakan saat ini Polri tengah melakukan penyidikan atas 98 korporasi terkait kasus karhutla.

“Penyidik masih dalam upaya mengumpulkan alat-alat bukti, sehingga dalam waktu dekat kami pasti akan menetapkan para tersangka,” ujarnya.

Menurutnya pihak-pihak yang bertanggung jawab atas karhutla di Indonesia bisa jadi merupakan pemilik perusahaan ataupun para pemegang saham di korporasi yang dimaksud.

Presiden Prabowo telah melaksanakan rapat terbatas terkait karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman,  Kapolri, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo pada sore hari ini.

Dudung menyebut Prabowo mengatakan bahwa penanganan karhutla harus betul-betul dilakukan dengan masif. 

“Sehingga tadi dikerahkan juga diperintahkan kepada Panglima TNI dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat Casa,  diperintahkan menggunakan Hercules. Artinya, ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutla,” kata Dudung dalam kesempatan yang sama.

Dia menyebut Presiden juga memerintahkan agar pemerintah lebih masif mengerahkan pasukan untuk mengatasi karhutla. Baik dari TNI, Polri, maupun Dinas Kehutanan, termasuk masyarakat yang dilibatkan. Dudung juga menyebut pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin untuk menangani masalah karhutla.

“Tidak mudah untuk menangani, terutama untuk lahan gambut. (Kami meminta) jangan mudah termakan isu seakan-akan kami tidak berbuat apa-apa. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Prajurit prajurit TNI, Polri, dan sebagainya yang terlibat ini secara masif dan mohon doanya semoga ini tuntas,” ucapnya.

Dia menyebut Prabowo juga meminta agar penanganan karhutla segera dilakukan dan tidak menunggu turunnya hujan.

“Beliau keras sekali tadi menyampaikan kepada kami  untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani