Lebih dari 1.000 insinyur dari 11 negara ASEAN menyepakati deklarasi berisi 11 poin mengenai profesionalisme dan tanggung jawab keinsinyuran dalam Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, pada 20–22 Oktober 2026.
Deklarasi tersebut mencakup komitmen terhadap keselamatan dan kesejahteraan publik, integritas profesi, solidaritas saat bencana, mobilitas tenaga insinyur, transisi rendah karbon, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab. Para delegasi juga menekankan pentingnya inklusivitas, berbagi pengetahuan, dan penguatan kapasitas industri di kawasan ASEAN.
CAFEO 44 diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan agenda yang membahas beragam tantangan keinsinyuran, mulai dari pembangunan kota berkelanjutan, energi bersih, baterai kendaraan listrik, hingga pengembangan pusat data.
Ketua Umum PII sekaligus Chairman ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) Ilham Akbar Habibie mengatakan, kolaborasi antarnegara diperlukan untuk mendorong kemakmuran bersama dan memastikan pengembangan teknologi tetap memperhatikan keberlanjutan.
Salah satu agenda konferensi adalah ASEAN Engineering Register Conferment (AER Conferment), yakni penyerahan sertifikat dan medali profesi bagi insinyur yang memperoleh pengakuan ASEAN Engineer (ASEAN Eng). Pada CAFEO 44, sebanyak 277 insinyur dari tujuh asosiasi negara ASEAN menerima pengakuan tersebut.
Penerima terbanyak berasal dari Persatuan Insinyur Indonesia, yakni 168 orang, disusul Philippine Technological Council sebanyak 80 orang. Penerima lainnya berasal dari Institution of Engineers Malaysia sebanyak 11 orang, Federation of Myanmar Engineering Societies sembilan orang, Board of Engineers Cambodia tujuh orang, serta masing-masing satu orang dari Engineering Institute of Thailand dan Institute of Engineers, PUJA Brunei.
Selain konferensi dan pemberian pengakuan profesi, CAFEO 44 menggelar diskusi kelompok kerja dan kunjungan teknis di delapan lokasi, yaitu Institut Teknologi Bandung, PT KAI, PT Pindad, Museum Geologi, Balai Kota Bandung, PT Dirgantara Indonesia, PT Bio Farma, dan Bumi Herbal Dago.
Ketua CAFEO 44 sekaligus Direktur Eksekutif PII Santhi H. Serad mengatakan, pelaksanaan diskusi kelompok kerja dan kunjungan teknis di berbagai lokasi menjadi pembeda konferensi tahun ini. Para delegasi tidak hanya berdiskusi di ruang konferensi, tetapi juga mempelajari penerapan keinsinyuran sesuai dengan topik yang dibahas.
“CAFEO 44 di Bandung ini berbeda dengan sebelumnya karena program Working Group dan Technical Visit yang tidak hanya di dalam satu ruangan, tetapi juga bertempat di delapan lokasi khusus yang berbeda sesuai tema working group,” kata Santhi dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (24/10).
Pembahasan kelompok kerja mencakup strategi pembangunan kota berkelanjutan, pengembangan energi bersih, baterai kendaraan listrik, dan pusat data. Kunjungan teknis dirancang untuk menghubungkan pembahasan tersebut dengan praktik di lapangan.
Di Bumi Herbal Dago, Bandung, para delegasi mengikuti tur kebun tanaman obat tradisional Indonesia, diskusi teknologi pertanian dan pangan, serta kegiatan Indonesian Spices Experience. Mereka juga memperoleh informasi mengenai perawatan dan penanganan pascapanen tanaman herbal.
Menurut Santhi, kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan kekayaan alam Indonesia kepada delegasi ASEAN sekaligus memperluas pembelajaran di luar aspek akademik dan teknis.
Di lokasi yang sama, Ilham bersama para ketua delegasi negara ASEAN melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan.
“Selamat datang kepada ketua-ketua delegasi yang hadir di Bandung. Kita bersama-sama menanam pohon sebagai bagian untuk menjaga semangat kita dan ‘menanam’ untuk kemakmuran bersama, juga sustainability,” ujar Ilham pada Kamis (22/10).
Agenda CAFEO 44 turut mencakup pertemuan Young Engineers of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (YE-AFEO) dan Women Engineers of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (WEAFEO). Pertemuan YE-AFEO membahas pembentukan empat subkomite baru, yakni E-Newsletter, SDG, YE-AFEO Roadshow, dan Bylaw Amendment. Dalam rangkaian tersebut, Young Engineer Award 2026 diberikan kepada Lee Yiren dari Institution of Engineers Malaysia.
Sementara itu, WEAFEO menggelar presentasi makalah dan diskusi mengenai peran insinyur perempuan dalam mendorong transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan inklusivitas industri keinsinyuran.
Rangkaian CAFEO 44 ditutup pada Kamis malam (22/10) dengan pertunjukan budaya dari negara peserta dan penyerahan bendera AFEO kepada delegasi Malaysia sebagai tuan rumah CAFEO 45 pada 2027.
Dalam penutupan tersebut, sejumlah penghargaan keinsinyuran juga diberikan, termasuk AFEO Honorary Fellow Award, AFEO Honorary Member Award, dan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award Project. Dari Indonesia, tujuh tokoh menerima AFEO Honorary Fellow Award.
Melalui deklarasi dan rangkaian agenda tersebut, CAFEO 44 menjadi forum bagi organisasi keinsinyuran ASEAN untuk memperkuat kerja sama profesional dan merumuskan respons bersama terhadap tantangan teknologi, industri, dan keberlanjutan di kawasan.