Ilham Habibie Kenang Dua Warisan Penting BJ Habibie: Teknologi dan Demokrasi

Katadata/Fauza Syahputra
Putra Presiden ketiga Indonesia B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie (kiri) menerima apresiasi Lifetime Achievement Award dari Chief Executive Officer Katadata Metta Dharmasaputra di Jakarta, Senin (26/10/2026). Penghargaan tersebut diberikan oleh Katadata kepada tiga sosok legendaris yang telah meletakkan kontribusi penting bagi Indonesia yakni Abdurrahman Wahid, B.J. Habibie dan William Soeryadjaya.
26/10/2026, 22.53 WIB

Katadata menganugerahkan Lifetime Achievement Award  kepada tiga tokoh nasional, salah satunya Presiden periode 1998-1999 Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal B.J Habibie. 

B.J Habibie bukan hanya dikenal sebagai bapak di bidang teknologi dan industri, mantan presiden ketiga Indonesia itu juga meninggalkan warisan penting dalam perkembangan demokrasi Indonesia.

Ilham Akbar Habibie, putra sulung Bacharuddin Jusuf Habibie dan Hasri Ainun Habibie, mengatakan masyarakat perlu mengingat kontribusi B.J Habibie dalam membangun demokrasi Indonesia. Menurutnya, kedua bidang tersebut saling berkaitan karena membutuhkan ilmu pengetahuan dalam pengembangannya. 

Ilmu diperlukan untuk mengembangkan teknologi inovasi dan industri. Ia juga menyebut ilmu diperlukan untuk mengembangkan negara dan demokrasi.

“Bapak jangan hanya dikenang sebagai teknologi dan industri, itu kontribusi Bapak sebagai Menteri. Waktu Bapak menjabat sebagai Presiden justru ke demokrasi,” kata Ilham dalam malam apresiasi Lifetime Achievement Award Katadata Indonesia di Sequis Tower, Jakarta Selatan, pada Senin (26/10).

Ilham mengatakan, pengalaman masa kecilnya besar di Jerman. Ilham juga mengenang hubungannya dengan sang ayah sebagai sosok yang tidak hanya berperan sebagai orang tua, tetapi juga teman dan sahabat dalam berdiskusi. 

Ia juga mengatakan sering kali ada  perbedaan pendapat, dan itu pun bukan menjadi masalah. Ia mengatakan B.J Habibie memberinya ruang untuk menyampaikan pandangan dengan kedudukan setara.

Tak hanya itu, Ilham mengatakan penghargaan pencapaian seumur hidup atau lifetime achievement award tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kontribusi BJ Habibie, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjalanan hidupnya. 

“InsyaAllah apa yang dilakukan oleh Bapak bisa memberi contoh generasi lanjutan dan anak-anak kita,” kata Ilham.

Pameran Lukisan Tokoh Bangsa (/home/ubuntu/Pictures/antarafoto/cropping/production/original/ANT20190926013.jpg)

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi masa kini dan mendatang untuk menghadapi perjalanan panjang dalam mencapai tujuan yang tidak selalu berjalan mulus. 

“Jadi kita harus siap untuk adanya tantangan, bahkan adanya kegagalan. Tapi tidak boleh mengurangi semangat. Nah ini saya kira adalah hal yang perlu kita tekankan,” katanya. 

Dua tokoh lain yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan William Soeryadjaya. Acara ini dilaksanakan menjelang Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. Sedangkan apresiasi kepada tiga tokoh karena meletakkan tiga pilar penting bagi Indonesia yaitu Inovasi Teknologi, Kemanusiaan dan Persatuan, serta Kekuatan Industri Nasional. 

 Menurut Co-founder & CEO Katadata Metta Dharmasaputra, apresiasi diberikan dalam momentum Sumpah Pemuda untuk merawat semangat persatuan.

 “Dalam bingkai itu juga, Anugerah Katadata Lifetime Achievement Award pada malam ini diberikan kepada tiga tokoh bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda namun telah merawat spirit kebersamaan di jalan yang masing-masing untuk membangun Indonesia yang satu,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila