Dua Kereta Cepat Bertabrakan di Spanyol, 68 Orang Tewas
Vecteezy.com/Andre Ramos
Ilustrasi kereta cepat
Setidaknya 68 orang tewas setelah dua kereta cepat bertabrakan di provinsi Toledo, Spanyol bagian tengah pada Rabu (28/10). Jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah.
Ini merupakan kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol dalam sembilan bulan. Kecelakaan terbaru melibatkan dua kereta dengan total 544 penumpang.
Dikutip dari The Guardian, awalnya sebuah kereta yang dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo berhenti di dekat kota Toledo akibat gangguan sinyal.
Tak lama kemudian, kereta kedua yang dioperasikan oleh perusahaan milik negara, Renfe, menabrak kereta pertama yang sedang berhenti. Sebelum tabrakan, kereta milik Renfe melaju di jalur yang sama dengan kecepatan tinggi.
Dalam pernyataannya, Renfe menyebutkan bahwa keretanya telah diperintahkan untuk terus melaju, lalu menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti. Mereka mengaku tidak tahu alasan kereta milik Iryo berhenti.
Media Spanyol lalu menyoroti kesamaan antara kecelakaan terbaru dengan musibah sebelumnya yang menyebabkan kematian 46 penumpang. Kedua kecelakaan tersebut melibatkan operator kereta yang sama dan terjadi di rute Madrid dengan wilayah Andalusia. Jalur tersebut merupakan jalur tertua dalam jaringan kereta cepat Spanyol.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga telah mengunjungi lokasi kecelakaan. Usai melihat lokasi, ia akan menetapkan tiga hari berkabung di Spanyol.
“Pemerintah Spanyol dan seluruh negara berdiri bersama para korban beserta keluarga mereka,” kata Sanchez.
Dari data Uni Eropa, Spanyol menghabiskan dana lebih besar dibandingkan negara lain untuk jaringan kereta cepat. Negeri Matador menghabiskan rata-rata €1,5 miliar atau Rp 30,3 triliun per tahun antara tahun 2018 hingga 2022 untuk kereta cepat.
Namun, sebagian besar pendanaan kemungkinan digunakan untuk pembangunan infrastruktur baru. Sedangkan hanya sekitar 16% anggaran yang ditujukan untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas.