Revitalisasi Sekolah Pulihkan Kegiatan Belajar 225 Siswa SMPN 1 Lokop
Sebanyak 225 siswa SMP Negeri 1 Lokop, Kabupaten Aceh Timur kini kembali mengikuti kegiatan belajar-mengajar di ruang kelas yang telah diperbaiki. Sebelumnya, sekolah tersebut mengalami kerusakan hingga 95 persen akibat bencana yang menyebabkan banjir dan merendam kawasan sekolah.
Melalui program revitalisasi pemerintah, sejumlah ruang kelas dan fasilitas pendukung kini telah dipulihkan. Perbaikan ini memungkinkan siswa kembali belajar dengan lebih nyaman setelah sempat menjalani pembelajaran di lapangan.
Kepala SMP Negeri 1 Lokop Misna Yani mengatakan, banjir yang menggenangi kawasan sekolah hingga sekitar separuh tinggi bangunan mengakibatkan kerusakan pada ruang kelas, pagar, rumah guru, hingga berbagai perlengkapan sekolah.
"Alhamdulillah, ini sangat membantu. Awalnya kami belajar di lapangan karena sekolah mengalami kerusakan hingga 95 persen. Sekarang anak-anak sudah bisa belajar di dalam kelas, bangkunya sudah bagus, ruang kelasnya juga sudah bagus, WC juga sudah diperbaiki," ujar Misna Yani, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10).
Revitalisasi yang dikerjakan jajaran TNI dari Kodam tersebut mencakup perbaikan 11 ruang kelas, enam fasilitas toilet, lima unit rumah atau mess guru, satu perpustakaan, dan satu musala.
Pekerjaan juga mencakup peninggian lantai serta penyesuaian ketinggian atap untuk memperbaiki kondisi bangunan.
Proses pemulihan kegiatan belajar-mengajar berlangsung secara bertahap dengan menyesuaikan penyelesaian ruang kelas.
Sejak Agustus 2026, ruang kelas yang telah selesai diperbaiki mulai digunakan kembali. Memasuki September, kegiatan pembelajaran di dalam ruangan semakin optimal.
"Kalau sudah selesai tiga kelas, kami gunakan tiga kelas dulu. Nanti kalau ada lagi yang selesai, anak-anak kami pindahkan. Jadi, pelaksanaan belajar tetap berjalan sambil menunggu proses revitalisasi," kata Misna.
Hingga Oktober 2026, pengerjaan revitalisasi telah mendekati tahap akhir. Beberapa pekerjaan yang masih diselesaikan antara lain perapian lantai bagian luar, pengecatan, serta penyempurnaan sejumlah bagian bangunan.
Perbaikan tersebut turut dirasakan langsung oleh para siswa. Sanita, siswi kelas VIII-B, mengaku lebih nyaman mengikuti pembelajaran setelah kondisi sekolah kembali membaik.
"Kalau dulu kurang nyaman belajar karena sekolah sudah masuk air. Kalau sekarang lebih nyaman, lebih senang, dan bahagia bisa belajar di kelas yang sudah bagus," ungkap Sanita.
Misna juga mengamati perubahan antusiasme siswa setelah fasilitas sekolah diperbaiki. Ketersediaan meja dan kursi yang lebih layak turut menciptakan suasana belajar yang berbeda dibandingkan kondisi sebelumnya.
"Antusias anak-anak luar biasa. Dulu kami menggunakan bangku-bangku biasa, sekarang fasilitasnya sudah bagus. Jadi, seperti yang mereka bilang, fasilitas baru, semangat baru," tuturnya.
Pemulihan SMP Negeri 1 Lokop merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Timur.
Selain memulihkan bangunan sekolah, perbaikan fasilitas pendidikan diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses belajar-mengajar dan mendukung siswa kembali beraktivitas secara optimal.
Dalam upaya mempercepat pemulihan tersebut, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Koordinasi mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dan fasilitas pendidikan hingga lahan pertanian serta pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Ketua Tim Monitoring Satgas PRR Aceh, Imran, menekankan pentingnya pemantauan berkala dan pembaruan data untuk memastikan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi tercatat sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan yang telah rampung diminta segera dilaporkan, sedangkan pekerjaan yang masih berlangsung perlu terus dipantau hingga selesai.
“Kami ingin kegiatan yang sudah selesai segera dilaporkan dan yang masih berjalan terus dipantau. Dengan begitu, kita bisa melihat langsung perkembangan di lapangan dan memastikan penanganannya sesuai kebutuhan,” ujar Imran.