SpaceX Elon Musk Disebut Akan Buat HP Starlink, Internet Terhubung Satelit

ChatGPT, Katadata/Desy Setyowati
Ilustrasi HP Starlink
Penulis: Rahayu Subekti
6/2/2026, 14.59 WIB

SpaceX milik Elon Musk, yang baru saja mengambil alih Starlink, berencana memperluas pasar, dengan memasuki bisnis ponsel pintar atau smartphone. Kabarnya, HP ini akan langsung terhubung satelit.

“SpaceX memiliki rencana untuk bisnis Starlink untuk menghasilkan pendapatan, yang dapat diperluas ke pasar baru, termasuk HP Starlink, internet langsung ke perangkat, dan layanan pelacakan ruang angkasa,” kata sumber yang mengetahui masalah itu, dikutip dari Reuters, Kamis (5/2).

Starlink dan SpaceX dimiliki oleh Elon Musk. Keduanya baru-baru ini bergabung, dengan nilai entitas gabungan diperkirakan US$ 1,25 triliun atau Rp 20,97 kuadriliun, menurut Bloomberg News.

Setelah bergabung, SpaceX berencana mencatatkan saham perdana atau IPO paling cepat Juni.

Space Exploration Technologies Corporation atau SpaceX adalah perusahaan kedirgantaraan asal Amerika Serikat. Bermarkas di Hawthorne, California. Perusahaan yang berdiri pada 6 Mei 2002 ini berfokus pada teknologi roket dapat dipakai ulang untuk misi ke Mars dan penyediaan layanan internet satelit melalui Starlink.

Sedangkan Starlink adalah layanan internet berbasis ribuan satelit di orbit rendah bumi (LEO) untuk menyediakan internet cepat di wilayah terpencil.

Gabungan SpaceX dan Starlink disebut-sebut akan mewujudkan rencana Elon Musk untuk membangun pusat data di luar angkasa, taruhan mahal yang mendasari penggabungan kedua perusahaan.

“Rencana itu termasuk membuat ponsel yang terhubung ke konstelasi internet satelit Starlink yang dapat menyaingi smartphone,” kata tiga orang yang mengetahui rencana itu.

Spesifikasi tentang desain perangkat atau kapan Elon Musk berencana mengembangkan gawai ini belum jelas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Starlink telah bekerja sama dengan T-Mobile untuk menghadirkan internet Starlink langsung ke gawai, upaya yang berbeda dari SpaceX yang memproduksi ponsel sendiri.

“SpaceX telah memiliki rencana memproduksi ponsel selama bertahun-tahun,” kata sumber.

Perusahaan tidak menanggapi permintaan komentar terkait rumor itu. Meski begitu, CEO SpaceX CEO SpaceX menanggapi pertanyaan pengguna X pekan lalu tentang HP Starlink. "Bukan hal yang mustahil suatu saat nanti,” kata dia.

Elon Musk mengatakan perangkat itu akan sangat berbeda dari ponsel saat ini. "Dioptimalkan murni untuk menjalankan jaringan saraf berkinerja/watt maksimal," mengacu pada perangkat keras komputasi seperti otak di balik AI.

Akan tetapi, Elon Musk menanggapi pengguna X yang membagikan laporan Reuters. “Kami tidak mengembangkan ponsel."

Starlink adalah generator keuntungan vital bagi SpaceX. Tahun lalu, perusahaan ini menghasilkan sekitar US$ 8 miliar keuntungan dari pendapatan US$ 15 miliar hingga US$ 16 miliar, menurut dua orang yang mengetahui hasil perusahaan tersebut.

Starlink disebut menyumbang sekitar 50% hingga 80% dari total pendapatan SpaceX.

Investasi terbesar SpaceX ke arena komunikasi seluler terjadi tahun lalu dengan pembelian spektrum satelit US$ 19,6 miliar dari EchoStar. Meskipun beberapa pihak memandang hal itu sebagai ancaman bagi Operator Jaringan Seluler (MNO) seperti Verizon dan AT&T, SpaceX sejauh ini memposisikan dirinya sebagai pelengkap jaringan tersebut.

"Kemungkinan akan sulit bagi Starlink untuk membuat telepon dan bersaing dengan MNO - MNO lain akan menghindari penggunaannya," kata Presiden Summit Ridge Group Armand Musey. "Ini seperti GM membuat ban mobil dan mencoba menjualnya ke produsen mobil lain."

SpaceX merupakan operator satelit terbesar di dunia dengan lebih dari sembilan juta pengguna layanan internet broadband, yang juga memiliki kontrak pemerintah yang terkait dengan Starlink dan jaringan satelit kelas militer Starshield.

Produksi perangkat seluler oleh SpaceX akan menjadi perluasan signifikan dari jajaran produknya yang terkait Starlink. Starlink telah berkembang menjadi jaringan internet dengan 9.500 satelit dalam enam tahun, membuka pintu ke pasar baru.

Sekitar 650 satelit Starlink di luar angkasa dibangun untuk bisnis direct-to-device SpaceX yang masih baru. Tujuannya, tulis Elon Musk dalam unggahan di blog SpaceX pada Senin (2/2), adalah untuk menyediakan cakupan internet di mana pun di Bumi.

Seperti ide pusat data AI, perluasan Starlink sebagai sistem seperti seluler sangat bergantung pada roket Starship, yang akan meluncurkan sejumlah besar satelit Starlink yang ditingkatkan dan cukup kuat untuk memancarkan layanan internet yang lebih besar ke ponsel.

Elon Musk mengatakan setiap peluncuran Starship di masa mendatang yang membawa satelit Starlink akan memperluas kapasitas konstelasi lebih dari 20 kali lipat.

Meskipun pasar masih muda, analis memperkirakan pasar direct-to-device dapat bernilai miliaran dolar dalam beberapa tahun ke depan.

Pada Oktober 2025, SpaceX mengajukan permohonan merek dagang ‘Starlink Mobile’. Tahun ini, perusahaan mengajukan paten untuk teknologi yang bertujuan meningkatkan kemampuan Starlink untuk terhubung dengan perangkat kecil dan bergerak di darat yang bukan hanya terminal pengguna Starlink.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti