Sony Naikkan Lagi Harga PS5, Disebut Imbas Pasokan Memori dan Perang di Iran
Sony menaikkan harga jajaran konsol PlayStation 5 atau PS5 untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun. Kenaikan harga berlaku mulai 2 April.
Di Amerika Serikat, harga PS5 edisi disk akan naik US$ 100 dari US$ 549,99 tahun lalu menjadi US$ 649,99 atau Rp 11.037.833 (kurs Rp 16.981 per US$). Edisi digital juga akan naik US$ 100 menjadi US$ 599,99 atau Rp 10.188.633.
Harga PS5 Pro, versi konsol Sony yang paling canggih, juga naik US$ 150 menjadi US$ 899,99 atau Rp 15.282.083.
“Kami tahu bahwa perubahan harga berdampak pada komunitas,” kata Sony dalam unggahan blog, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (30/3).
Setelah evaluasi, Sony menilai kenaikan harga merupakan langkah yang diperlukan. “Ini untuk memastikan kami dapat terus memberikan pengalaman bermain game yang inovatif dan berkualitas tinggi kepada para pemain,” perusahaan menambahkan.
Sony juga menaikkan harga PS5 di Jepang, Inggris, dan Eropa. Di Inggris, setiap model PS5 naik £90, dikutip dari BBC Internasional.
Di Inggris, harga PS5 Digital Edition akan dijual seharga £519,99 atau Rp 11.668.996 (kurs Rp 22.441 per poundsterling) dan PS5 Pro £789,99 atau Rp 17.728.016. Sementara itu, harga PlayStation Portal akan naik £20 menjadi £219,99 atau Rp 4.936.798.
Di Cina, harga PS5 Slim Digital Edition akan naik RMB 500 dari RMB 3.499 menjadi RMB 3.999 atau Rp 9.841.539 (kurs Rp 2.461 per renminbi). PS5 Slim standar naik RMB 100 dari RMB 4.299 menjadi RMB 4.399 atau Rp 10.825.139.
Sementara itu, harga PS5 Pro akan naik RMB 700 dari RMB 5.599 menjadi RMB 6.299 atau Rp 15.501.839, dikutip dari TechNode.
Ini menandai penyesuaian harga kedua Sony untuk lini PS5 di pasar Tiongkok sejak 2022, dan perubahan harga pertama untuk PS5 Pro sejak peluncurannya.
Alasan Sony Naikkan Harga PS5
Sony menghadapi lonjakan harga memori yang belum pernah terjadi sebelumnya. Memori adalah komponen kunci dari PS5 dan harganya telah melonjak secara signifikan, karena produsen memori mengarahkan stok mereka ke permintaan besar dari pusat data AI.
Direktur Riset Game di Ampere Analysis Piers Harding-Rolls mengatakan kenaikan harga tidak dapat dihindari karena kenaikan harga memori.
“Kemungkinan besar Sony memiliki perlindungan harga untuk komponen-komponennya selama periode tertentu dan ini mungkin telah berakhir,” kata Harding-Rolls, dikutip dari CNBC Internasional.
“Tanpa tanda-tanda penurunan harga memori, Sony pasti mengambil langkah ini untuk melindungi margin keuntungan perangkat kerasnya yang tipis,” Harding-Rolls menambahkan.
Bahkan menurutnya, Microsoft dan Nintendo berpotensi melakukan hal yang sama. Sejauh ini, Nintendo mempertahankan harga yang stabil untuk konsol andalannya, Switch 2, yang baru diluncurkan tahun lalu.
“Ini akan menjadi situasi yang canggung bagi Nintendo, karena mereka tidak ingin menaikkan harga Switch 2 ketika mereka sedang berupaya membangun platform baru,” kata Harding-Rolls.
Selain itu, perang AS dan Israel ke Iran berpotensi mengerek harga komponen. “Gelombang inflasi baru diperkirakan terjadi akibat perang di Timur Tengah, dan ini akan memperparah dampak kenaikan harga komponen,” ujar Harding-Rolls.