Tesla Buka Pabrik di Nevada, Target Produksi 50 Ribu Truk Listrik per Tahun

Tesla.com
Tesla membuka pabrik pertama yang ditujukan untuk produksi massal Semi, sebuah truk listrik alat berat, di Sparks, Nevada, Amerika Serikat, Kamis (24/9).\
Penulis: Reihan Cahya
25/9/2026, 12.32 WIB

Tesla membuka pabrik pertama yang ditujukan untuk produksi massal Semi, sebuah truk listrik alat berat, di Sparks, Nevada, Amerika Serikat, Kamis (24/9). Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan Elon Musk itu untuk memperluas bisnis kendaraan listrik ke sektor transportasi barang.

Tesla pertama kali memperkenalkan Semi pada 2017. Namun, penjualan truk tersebut masih dilakukan dalam jumlah terbatas sejak pengiriman awal kepada sejumlah pelanggan, termasuk PepsiCo pada 2022.

CEO Tesla Elon Musk tidak hadir langsung dalam pembukaan pabrik. Ia menyampaikan pesan melalui rekaman video dan menyebut Semi sebagai produk yang dapat mengubah industri angkutan barang berat.

“Ini hampir seperti mobil sport dalam bentuk truk,” ujar Musk dalam acara tersebut, dikutip dari CNBC, Kamis (24/9).

Pembukaan pabrik berlangsung ketika bisnis utama Tesla menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar kendaraan listrik global. Kenaikan biaya bahan bakar diesel juga membuka peluang bagi kendaraan listrik untuk masuk lebih jauh ke sektor transportasi komersial.

Tesla menargetkan pabrik Semi di Nevada mampu memproduksi hingga 50 ribu unit per tahun atau sekitar seribu truk per minggu. Vice President Vehicle Engineering Tesla Lars Moravy dan Director of Semi Truck Engineering Dan Priestley hadir dalam acara pembukaan tersebut.

Priestley mengatakan peningkatan kapasitas produksi tersebut diperkirakan akan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja di Nevada.

Pesanan Mulai Berdatangan

Ekspansi produksi Semi didukung oleh meningkatnya minat dari perusahaan transportasi dan pengguna armada. Koalisi industri ZET SCALE pada Selasa menyatakan telah memilih Tesla sebagai produsen utama untuk pesanan awal sebanyak 2.500 unit Semi. Koalisi tersebut menargetkan pembelian lebih dari 10.000 truk listrik dari sejumlah produsen.

Perusahaan transportasi asal Swedia, Einride, juga menyatakan telah memesan 500 unit Tesla Semi untuk armadanya. Sebagian unit tersebut direncanakan mulai digunakan pada bulan ini.

Tesla belum mencantumkan harga resmi Semi. Namun, International Council on Clean Transportation (ICCT) melaporkan varian jarak jauh truk tersebut dibanderol sekitar US$290.000 atau Rp5,2 miliar (kurs Rp17.930 per US$).

Tesla mengandalkan kapasitas baterai dan jaringan pengisian daya sebagai salah satu keunggulan Semi. Perusahaan menyebut varian jarak jauh Semi mampu menempuh sekitar 500 mil atau 805 kilometer dalam sekali pengisian. Sementara varian standar memiliki jarak tempuh sekitar 325 mil atau 523 kilometer.

Priestley mengatakan Semi yang telah digunakan dalam operasional armada menunjukkan tingkat ketersediaan kendaraan sebesar 98%. Menurut dia, kendaraan tersebut juga jarang membutuhkan perawatan tidak terjadwal.

Tesla juga menyiapkan jaringan layanan khusus bagi pemilik Semi. Perusahaan akan menyediakan teknisi layanan bergerak untuk melakukan perbaikan di lokasi jika memungkinkan.

Tesla Siapkan Teknologi Otonom

Selain mengembangkan kapasitas produksi, Tesla berencana memasukkan teknologi berkendara otonom ke dalam Semi.
Musk sebelumnya mengatakan sistem Full Self-Driving atau FSD akan tersedia untuk Semi dalam waktu dekat. Namun, dia belum memberikan jadwal peluncuran yang pasti.

Menurut Musk, teknologi kendaraan tanpa pengemudi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam industri angkutan barang karena keterbatasan jumlah pengemudi truk.

“Truk otonom akan sangat membantu dalam mengatasi masalah kekurangan pengemudi truk,” ujar Musk dalam laporan keuangan Tesla pada Juli.
Musk memperkirakan teknologi tersebut dapat mulai bekerja pada Semi sekitar akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Namun, Tesla bukan satu-satunya perusahaan yang mengembangkan truk otonom. Aurora Innovation dan Kodiak AI telah melakukan pengujian kendaraan tanpa pengemudi serta mengangkut barang untuk sejumlah mitra.

Perluas Pasar ke Eropa

Tesla juga berencana membawa Semi ke pasar Eropa. Langkah tersebut akan membuat Tesla bersaing dengan produsen seperti Volvo dan Daimler Truck yang telah memasarkan truk listrik berbasis baterai di kawasan tersebut.

Pengembangan truk listrik juga berkaitan dengan upaya mengurangi emisi sektor transportasi. Berdasarkan laporan ICCT, truk dan bus mencakup kurang dari 10% kendaraan jalan raya secara global, tetapi menyumbang hampir setengah polusi udara yang berasal dari sektor transportasi.

ICCT menyebut peralihan menuju kendaraan komersial tanpa emisi dapat menekan tingkat polusi sekaligus mengurangi biaya operasional armada.
Bagi Tesla, pembukaan pabrik Semi di Nevada menjadi langkah untuk memperluas bisnis kendaraan listrik di luar pasar mobil penumpang. Perusahaan kini mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk memasuki pasar truk berat yang memiliki kebutuhan berbeda dari kendaraan listrik konsumen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.