DeepSeek Pertimbangkan Pendanaan Rp 266 Triliun, Dua Kali Lipat Target Awal

Instagram
Startup kecerdasan buatan (AI) asal Cina, Deepseek, mempertimbangkan untuk meningkatkan target pendanaan terbarunya menjadi hingga 100 miliar yuan atau sekitar Rp 266,37 triliun (kurs Rp 2.666 per yuan).
Penulis: Magang
7/10/2026, 12.44 WIB

Startup kecerdasan buatan (AI) asal Cina, Deepseek, mempertimbangkan untuk meningkatkan target pendanaan terbarunya menjadi hingga 100 miliar yuan atau sekitar Rp 266,37 triliun (kurs Rp 2.666 per yuan). Nilai tersebut dua kali lipat dari target awal perusahaan sebesar 50 miliar yuan atau Rp 133,18 triliun.

DeepSeek mendapat minat kuat dari sejumlah investor, termasuk dana yang didukung pemerintah, perusahaan publik Cina, serta perusahaan modal ventura. Sumber CNBC International meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang membahas proses pendanaan tersebut.

Namun, DeepSeek disebut melakukan seleksi ketat terhadap calon investor. Perusahaan menolak dana investasi swasta yang menghimpun modal dari investor individu dan membatasi calon pendana terutama pada lembaga pemerintah serta perusahaan.

DeepSeek baru mulai menerima modal eksternal pada tahun ini. Perusahaan sebelumnya menetapkan target 50 miliar yuan untuk putaran pendanaan yang sedang berlangsung.

Proses penggalangan dana masih berjalan sehingga nilai akhirnya dapat berubah sebelum pembicaraan selesai. Bloomberg sebelumnya melaporkan DeepSeek hampir mendapatkan sedikitnya 80 miliar yuan atau Rp 213,29 triliun. Tencent dan produsen baterai CATL disebut menjadi investor terbesar perusahaan AI itu.

CATL, Geely Auto, serta manajer investasi Monolith Management dan Loyal Valley Capital telah berkomitmen menanamkan modal dalam putaran pendanaan terbaru DeepSeek.

Putaran pendanaan tersebut awalnya diperkirakan selesai pada akhir Agustus. Namun, prosesnya berlangsung lebih lama karena sebagian calon investor masih mempertimbangkan valuasi yang ditawarkan.

Menurut laporan CNBC International, DeepSeek menargetkan valuasi sekitar 500 miliar yuan atau Rp 1.333 triliun. Pada pendanaan eksternal pertamanya yang selesai pada Juni, DeepSeek menghimpun sekitar 50 miliar yuan atau Rp 133,18 triliun. Dokumen investor terkait putaran tersebut menunjukkan valuasi perusahaan sekitar 350 miliar yuan atau Rp 933,15 triliun.

Jika target pendanaan terbaru mencapai 100 miliar yuan, nilai tersebut akan memperbesar modal yang tersedia bagi DeepSeek untuk mengembangkan teknologi AI di tengah persaingan dengan perusahaan AI Cina dan Amerika Serikat.

Dari Laboratorium ke Bursa Saham

DeepSeek menjadi sorotan global setelah meluncurkan model AI pada Januari 2025 yang dinilai mampu menyaingi model perusahaan Amerika Serikat dengan biaya pengembangan lebih rendah. Peluncuran tersebut bahkan memicu aksi jual saham perusahaan teknologi di pasar AS.

Model terbaru DeepSeek V4.1 Flash, diluncurkan pada September. Perusahaan mengatakan model tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempercepat proses inferensi AI.

Keputusan DeepSeek membuka diri terhadap pendanaan eksternal dinilai mencerminkan meningkatnya kebutuhan modal industri AI. Langkah tersebut juga dilakukan ketika perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mempertahankan talenta.

Pendiri DeepSeek Liang Wenfeng sebelumnya mengatakan kepada investor bahwa prioritasnya adalah mendorong teknologi menuju artificial general intelligence (AGI), bukan memaksimalkan keuntungan perusahaan.

Pembicaraan pendanaan terbaru sempat dihentikan sementara setelah Liang dilaporkan mengatakan dalam pertemuan tertutup dengan investor bahwa perusahaan AI Cina masih tertinggal jauh dari perusahaan AS dan masih sangat bergantung pada cip Nvidia.

Di sisi lain, DeepSeek mulai mempersiapkan kemungkinan melantai di bursa. Reuters melaporkan perusahaan telah menunjuk CITIC Securities untuk mempersiapkan kemungkinan penawaran saham perdana atau IPO di Shanghai STAR Market.

DeepSeek bukan satu-satunya perusahaan AI Tiongkok yang mengincar pasar modal. Pesaing domestiknya, Moonshot AI, juga dilaporkan menargetkan IPO pada awal 2027 setelah memperoleh pendanaan dengan valuasi US$50 miliar atau Rp 893,9 triliun (kurs Rp 17.880 per US$).

Penulis: Reihan Cahya (magang)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.