Asap karhutla atau kebakaran hutan dan lahan sudah memasuki atmosfer Jakarta pada Jumat pagi (16/10) pukul 10.00 WIB. Berikut daftar aplikasi yang bisa digunakan untuk mendeteksi sebaran asap.
"Betul, sudah masuk (Jakarta), asap Karhutla yang dari Kalimantan," kata Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto kepada Katadata.co.id, Jumat (16/10).
Merujuk pada laman BMKG, asap terdeteksi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Riau, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung. Sumatera Selatan, dan Lampung.
Selain itu, terdeteksi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara.
Asap juga terdeteksi di Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Sebaran asap di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kep. Riau, Bengkulu, Kep Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan bergerak ke arah Barat Laut Timur Laut.
Sementara itu, sebaran asap di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara bergerak ke arah Tenggara Barat Daya.
Sementara itu, masyarakat bisa memantau sebaran asap kebakaran hutan lewat sejumlah platform website maupun aplikasi di bawah ini:
BMKG – Citra Sebaran Asap
Cara mengecek sebaran asap di laman BMKG sebagai berikut:
- Buka laman BMKG
- Klik ‘Cuaca’ yang terletak di bagian atas
- Kemudian pilih ‘Satelit Cuaca’
- Gulirkan layar ke bawah, maka akan muncul beberapa citra
- Pilih ‘Citra Sebaran Asap’
- Masyarakat juga bisa mengecek titik kebakaran hutan pada bagian ‘Himawari 9 – Geohotspot’.
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan juga dapat dipantau melalui citra satelit yang disediakan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yakni lewat NASA Worldview dan NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS).
NASA Worldview
Ini merupakan platform visualisasi citra satelit yang memungkinkan pengguna mengamati kondisi permukaan Bumi dan atmosfer. Pengguna juga dapat memilih tanggal pengamatan untuk membandingkan perubahan kondisi suatu wilayah.
Berikut cara mengakses NASA Worldview:
- Buka laman NASA Worldview
- Cari wilayah yang ingin dipantau. Gunakan fitur pencarian lokasi untuk menemukan daerah yang mengalami karhutla, misalnya Kalimantan Tengah atau Sumatra Selatan.
- Pilih lapisan citra satelit. Aktifkan layer Corrected Reflectance (True Color) untuk melihat kondisi wilayah melalui citra satelit. Lapisan ini dapat membantu pengguna mengamati kepulan asap yang terlihat pada citra.
- Periksa lapisan aerosol. Pengguna juga dapat mencari dan mengaktifkan layer Aerosol Index untuk melihat indikasi aerosol yang menyerap sinar ultraviolet di atmosfer.
- Atur tanggal pengamatan. Gunakan pengaturan waktu untuk melihat citra pada tanggal tertentu dan membandingkan kondisi dari hari ke hari.
- Amati pola sebaran asap. Perhatikan wilayah yang tampak tertutup asap dan perubahan pola sebarannya. Untuk analisis lebih lanjut, cocokkan citra tersebut dengan data titik panas dan informasi cuaca.
Perlu diingat bahwa titik panas tidak selalu berarti kebakaran hutan. Anomali termal dapat berasal dari sumber panas lain, sedangkan kebakaran tertentu mungkin tidak terdeteksi karena tertutup awan atau keterbatasan pengamatan satelit.
NASA FIRMS
Platform ini menyediakan informasi deteksi kebakaran aktif dan anomali termal berdasarkan pengamatan satelit. Layanan ini dapat membantu pengguna mengidentifikasi lokasi yang diduga mengalami kebakaran.
Berikut cara mengakses NASA FIRMS:
- Buka laman NASA FIRMS
- Cari lokasi yang ingin diperiksa. Gunakan peta untuk menemukan wilayah yang menjadi perhatian, seperti kabupaten di Kalimantan Tengah atau Sumatra Selatan
- Periksa titik panas pada peta. Titik-titik yang muncul menunjukkan lokasi deteksi anomali termal oleh satelit. Setiap titik dapat diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui informasi deteksinya.
- Pilih periode pengamatan. Gunakan pilihan rentang waktu yang tersedia, misalnya 24 jam terakhir atau tujuh hari terakhir, untuk melihat deteksi terbaru maupun pola dalam beberapa hari.
- Periksa sumber data satelit. NASA FIRMS menyediakan data dari instrumen seperti VIIRS dan MODIS. Perhatikan instrumen dan waktu deteksi ketika membandingkan data.
- Cocokkan dengan citra NASA Worldview. Periksa apakah lokasi titik panas berdekatan dengan wilayah yang memperlihatkan kepulan asap pada citra satelit.
Dengan memanfaatkan platform tersebut, masyarakat dapat memantau perubahan sebaran asap karhutla, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Meski demikian, citra satelit perlu dibaca bersama informasi meteorologi dan kualitas udara untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi atmosfer. Masyarakat dapat memeriksa pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.