Celah PHP Picu Jutaan Upaya Eksploitasi Hacker, Apa Itu PHP2SHELL dan Bahayanya?
Kerentanan kritis pada bahasa pemrograman PHP memicu peringatan keamanan siber global setelah kecerdasan buatan (AI) membantu peneliti menemukan kelemahan yang telah tersembunyi selama lebih dari satu dekade. Setelah kerentanan iji diumumkan, perusahaan infrastruktur internet Cloudflare mendeteksi jutaan upaya eksploitasi oleh hacker, yang menargetkan celah keamanan ini.
Dikutip dari BBC, perusahaan keamanan siber Wiz, yang turut menemukan kerentanan itu, menyebut kelemahan tersebut sebagai yang paling parah yang pernah terdeteksi menggunakan AI. OpenAI juga menyebut penemuan ini sebagai salah satu masalah keamanan paling berdampak dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah dan lembaga keamanan siber di berbagai negara mendesak pengelola situs web segera memasang pembaruan keamanan. Jika perbaikan tidak dapat diterapkan dengan cepat, sejumlah otoritas menyarankan agar situs yang berisiko dinonaktifkan sementara untuk mengurangi kemungkinan serangan.
Lantas, apa itu PHP, bagaimana kerentanannya bekerja, dan mengapa celah keamanan tersebut perlu diwaspadai?
Apa Itu PHP?
PHP merupakan singkatan dari Hypertext Preprocessor, yaitu bahasa pemrograman sumber terbuka yang berjalan di server web untuk membangun situs dan aplikasi dinamis.
Meski tidak selalu terlihat oleh pengunjung situs, PHP berperan dalam memproses data di sisi server dan mengubahnya menjadi halaman web yang dapat dibaca pengguna.
PHP telah digunakan secara luas sejak 2000-an dan masih menjadi teknologi yang mendasari berbagai layanan internet, termasuk Wikipedia, toko daring, serta WordPress, sistem yang digunakan untuk membangun banyak situs web.
PHP juga menjadi dasar bagi sejumlah perangkat pengembangan aplikasi web, seperti Laravel, Symfony, dan Drupal. Perusahaan keamanan siber Wiz memperkirakan PHP digunakan oleh sekitar 70% situs web di dunia.
Karena penggunaannya yang luas, kelemahan pada inti PHP berpotensi berdampak terhadap banyak situs dan aplikasi yang berjalan menggunakan bahasa pemrograman tersebut.
Apa Kerentanan PHP yang Ditemukan?
BBC melaporkan bahwa peneliti keamanan siber dari Wiz dan Calif menemukan dua kerentanan pada PHP yang dikenal sebagai php2shell. Kelemahan ini terdapat pada bahasa pemrograman itu sendiri dan memengaruhi versi PHP yang dirilis selama dekade terakhir.
Peneliti dari Calif, Ryan Austin, mengatakan bahwa kerentanan tersebut merupakan masalah keamanan paling serius yang pernah ia temukan.
Dalam penjelasannya, Wiz menyebut kelemahan itu berpotensi memungkinkan penyerang mengambil alih server web yang terdampak dan mencuri data sensitif dalam kondisi tertentu.
Risiko tersebut muncul karena eksploitasi yang berhasil dapat memberi penyerang atau hacker kemampuan menjalankan kode pada server yang rentan. Akibatnya, keamanan aplikasi dan data yang diproses oleh server tersebut berpotensi terganggu.
Kepala Eksekutif Gorilla Cyber Security, Paul Spain mengatakan bahwa AI juga berpotensi membuat serangan semacam itu lebih mudah dan cepat dilakukan.
Sementara itu, peneliti keamanan siber di University of Adelaide, Jill Slay memperingatkan bahwa dampaknya dapat menjadi sangat serius apabila peretas atau negara memanfaatkan kerentanan tersebut untuk mengambil data pribadi dari situs web.
Peneliti dari Calif dan Wiz menggunakan alat AI canggih untuk menganalisis kode dan menemukan kelemahan yang mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama jika dilakukan menggunakan metode konvensional.
BBC melaporkan rincian penemuan kerentanan PHP sempat bocor secara daring. Kondisi itu mendorong pengembang PHP mengumumkan kelemahan tersebut dan skala risikonya lebih cepat.
OpenAI menyatakan insiden itu memperlihatkan bagaimana AI dapat mengungkap celah keamanan, tetapi juga berpotensi membantu hacker mengembangkan perangkat dan eksploitasi untuk melakukan serangan.
Mengapa Kerentanan PHP Berbahaya?
Ada beberapa alasan kerentanan ini menjadi perhatian global. Pertama, PHP digunakan secara luas. Menurut Wiz, bahasa pemrograman tersebut mendukung sekitar 70% situs web dunia.
Dengan demikian, kelemahan pada inti PHP berpotensi memengaruhi banyak platform, mulai dari situs berbasis WordPress hingga toko daring.
Kedua, kerentanan tersebut telah berada dalam perangkat lunak selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi. BBC melaporkan bahwa kelemahan ini baru terungkap setelah peneliti menggunakan alat AI untuk menganalisis kode dan mengidentifikasi masalah keamanan.
Ketiga, celah tersebut berpotensi dimanfaatkan hacker untuk mengambil alih server dan mencuri data sensitif. Risiko ini membuat pengelola situs perlu segera memasang perbaikan, terutama jika sistem mereka menggunakan versi PHP yang rentan dan dapat diakses melalui internet.
Keempat, kemampuan AI tidak hanya berguna untuk menemukan kelemahan, tetapi juga berpotensi membantu penyerang mengembangkan alat dan eksploitasi dengan lebih cepat. Oleh karena itu, penemuan ini sekaligus menjadi peringatan mengenai manfaat dan risiko penggunaan AI dalam keamanan siber.
Ryan Ko dari Pusat Penelitian Siber University of Queensland mengatakan bahwa banyak kelemahan keamanan berasal dari perangkat lunak lama yang awalnya dibangun dengan mengutamakan fungsi, bukan keamanan.
Jutaan Upaya Eksploitasi oleh Hacker Terdeteksi
Setelah kerentanan diumumkan kepada publik, Cloudflare mendeteksi lonjakan upaya eksploitasi yang menargetkan celah PHP.
Pimpinan Cloudflare Matthew Prince mengatakan, perusahaannya mencatat ada ribuan upaya eksploitasi di seluruh jaringannya dalam 10 jam sebelum pengumuman publik. Jumlah ini meningkat menjadi puluhan ribu dalam 45 menit setelah pengumuman, lalu mencapai ratusan ribu dalam dua jam, dan kemudian jutaan.
Amazon juga mengatakan bahwa situsnya menjadi sasaran beberapa upaya serangan beberapa hari sebelum kerentanan PHP diumumkan kepada publik. Namun, perusahaan itu menyatakan situsnya tetap beroperasi seperti biasa.
Lonjakan tersebut mendorong pemerintah dan organisasi keamanan di berbagai negara meningkatkan kewaspadaan serta meminta pengelola sistem segera menerapkan pembaruan.
Cara Melindungi Situs Web dari Kerentanan PHP?
PHP Foundation merilis perbaikan keamanan pada Rabu (21/10) untuk mengatasi kerentanan tersebut. Pengembang PHP meminta seluruh pengguna segera memperbarui perangkat lunak mereka.
Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau National Security Agency (NSA) menyarankan organisasi yang tidak dapat segera menerapkan perbaikan agar menonaktifkan sistem terdampak. NSA memperingatkan bahwa celah tersebut berpotensi memberikan jalur langsung untuk mengeksploitasi basis data sistem.
Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris juga meminta organisasi memeriksa kemungkinan adanya backdoor atau akses tersembunyi yang dipasang penyerang.
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendorong masyarakat memeriksa apakah situs web yang dapat diakses publik menggunakan PHP. Ia menyatakan penangguhan sementara situs dapat dipertimbangkan apabila perbaikan tidak bisa segera diterapkan.
BBC menyebut bahwa sebagian besar pengguna internet tidak perlu melakukan tindakan teknis langsung karena kerentanan tersebut berada pada sisi belakang atau back-end situs web. Tanggung jawab utama untuk mengamankan sistem berada pada pengelola situs, penyedia hosting, dan pengembang yang menangani infrastruktur tersebut.
Pemilik situs yang menggunakan layanan perusahaan hosting atau pengembang web disarankan menghubungi penyedia layanan untuk memastikan pembaruan keamanan PHP telah diterapkan. Pembaruan WordPress atau plugin saja tidak cukup untuk mengatasi kerentanan pada PHP itu sendiri.
Bagi pengguna internet, BBC mengimbau masyarakat tetap memperhatikan pemberitahuan keamanan dari layanan yang digunakan, termasuk permintaan untuk mengganti kata sandi jika diperlukan. Pengguna juga perlu waspada terhadap pesan phishing yang memanfaatkan perhatian publik terhadap insiden tersebut.
Dengan banyaknya situs yang menggunakan PHP, penemuan ini menjadi pengingat bahwa kelemahan pada perangkat lunak yang mendasari internet dapat membawa dampak luas. Perbaikan keamanan dan pemeriksaan sistem menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko eksploitasi serta melindungi data pengguna.