Singapura Bidik Penguatan Penanganan Kabut Asap Lintas Batas saat Pimpin ASEAN

REUTERS/Suhaimi Abdullah
Polusi udara Singapura sentuh rekor terburuk sejak 2015 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia.
4/11/2026, 08.10 WIB

Singapura akan mengajak negara anggota ASEAN bekerja sama dalam memperkuat implementasi perjanjian kabut asap lintas batas, ketika memimpin blok regional ini tahun depan. 

Hal ini diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu, ketika menanggapi pertanyaan di Sidang Parlemen pada Selasa (3/11). Singapura pun berencana membawa isu ini di pertemuan negara anggota ASEAN mendatang.

“Singapura akan mendukung pembahasan ini dan menyampaikan langkah-langkah yang akan kami ambil terhadap perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab terhadap kabut asap,” kata Grace Fu, dikutip dari Channel News Asia, pada Rabu (4/11).

Dia juga mengatakan, kerja sama antarnegara salah satunya untuk mendirikan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Pengendalian Polusi Kabut Asap Lintas Batas (ACC THPC) di Indonesia.

Kantor Sekretariat ACC THPC telah diresmikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq – sebelum digantikan dengan Jumhur Hidayat – di kantor Kementerian Lingkungan Hidup pada April 2026 lalu. Namun, pusat koordinasi ini baru berlaku setelah enam negara anggota ASEAN meratifikasi perjanjian pendiriannya.

Sebagai informasi, pendirian ACC THPC telah diatur dalam Perjanjian ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (AATHP) yang telah ditandatangani sejak 2002 dan mulai berlaku setahun setelahnya. 

“Singapura akan menyerahkan instrumen ratifikasi kami untuk perjanjian pendirian tersebut dalam beberapa hari ke depan. Kami akan sangat mendorong negara anggota ASEAN lainnya untuk melakukan hal yang sama,” ujar Fu.

Di samping itu, Singapura menyatakan akan bekerja sama dengan negara anggota ASEAN lainnya, untuk mengatasi akar masalah penyebab kabut asap lintas batas dengan pengelolaan lahan gambut dan penetapan pedoman pembakaran tanaman. 

Saat ini, kondisi udara di Singapura berangsur membaik setelah sebelumnya menjadi ‘sasaran amukan’ asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Menurut layanan meteorologi Singapura, perbaikan ini terjadi seiring melemahnya angin monsun barat daya serta meningkatnya curah hujan bulan ini. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas