Profil Irwan Meilano Guru Besar ITB, Kini Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan
Presiden Prabowo Subianto telah melantik Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KP) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Irwan mengatakan siap mendorong tata kelola kementerian berbasis data sebagai salah satu prinsip dalam menjalankan tugasnya sebagai Wamen KP.
“Langkah awal yang saya tekankan dalam bekerja adalah keterbukaan berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan,” ujar Irwan, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/10).
Selain integrasi data, Irwan mengatakan pengukuran manfaat bagi masyarakat dan penyelesaian masalah secara kolaboratif akan menjadi prinsip dalam pelaksanaan tugasnya. Berikut ini profil Irwan Meilano.
Guru Besar ITB
Irwan adalah Guru Besar Guru Besar di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian serta tergabung dalam Kelompok Keahlian Sistem Spasial dan Kadaster Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) periode 2025-2030.
Irwan memiliki kepakaran di bidang geodesi, geospasial, deformasi kerak bumi, kebencanaan, serta pemanfaatan teknologi dan data spasial, termasuk sejumlah kajian yang berkaitan dengan wilayah pesisir dan kelautan.
Dia menyelesaikan gelar Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1997. Kemudian, Irwan melanjutkan studi ke Nagoya University, Jepang, untuk meraih gelar Master pada 2003 dan gelar Doktor pada 2006.
Sebelum menjabat sebagai WRAM, dia pernah mengemban posisi sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB).
Berdasarkan laman ITB, terdapat sejumlah aktivitas akademik dan risetnya yang turut bersinggungan dengan isu pesisir dan kelautan. Irwan terlibat dalam Joint Commission on Marine Science and Technology pada kolaborasi Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) ITB-Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST).
Ia juga memimpin Kelompok Kerja Geodesi dalam Tim Pembaruan Peta Gempa Indonesia di bawah Pusat Studi Gempa Nasional.
Tak hanya itu, dalam beberapa tahun ke belakang ada sejumlah publikasi miliknya yang berkaitan langsung dengan kelautan dan perikanan.
Pada 2026, ia tercatat dalam publikasi Extended empirical orthogonal function analysis of spatiotemporal chlorophyll-a variability in Indonesian waters using remote sensing data yang mengkaji variabilitas spasial dan temporal klorofil-a di perairan Indonesia menggunakan data penginderaan jauh.
Ia juga terlibat dalam publikasi Balancing Ecological Stability and Economic Growth Under Oceanographic Variability and Coastal Interventions in Fisheries Systems yang membahas keseimbangan stabilitas ekologi dan pertumbuhan ekonomi dalam sistem perikanan.
Pada 2025, Irwan turut menjadi bagian dari publikasi Economic Prosperity and Ecological Sustainability Strategy for Fishing Violations Hotspots mengenai strategi kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan ekologi di wilayah yang menjadi titik rawan pelanggaran perikanan.
Pada tahun yang sama, ia juga terlibat dalam penelitian Developing a Marine and Fisheries Blue Economy Index for Indonesia: A Comprehensive Assessment Framework yang mengembangkan kerangka penilaian ekonomi biru sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Irwan tercatat pernah dianugerahi penghargaan Young Inspirational Geospatial dalam acara HxGN LIVE Indonesia pada 2023. Di tahun yang sama, dia juga menerima penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari Institut Teknologi Bandung.
Guru Besar yang satu ini juga pernah menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Pada 2019, beliau meraih Indroyono Susilo Award dalam The Fifth International Conferences of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS).
Laporan LHKPN
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano memiliki harta kekayaan mencapai Rp 6.668.298.234 atau Rp 6,67 miliar.
Irwan terakhir tercatat menyampaikan LHKPN pada 29 Maret 2025, yakni untuk periodik 2024. Pada saat itu, Irwan menyampaikan LHKPN dalam kapasitasnya sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung.
Dalam LHKPN tersebut, Irwan memiliki empat aset tanah atau bangunan di Bandung, Jawa Barat, dengan total nilai mencapai sekitar Rp 4,1 miliar.
Selain itu, Irwan memiliki satu unit mobil Honda HR-V tahun 2017 senilai Rp 200 juta, harta bergerak lainnya sejumlah Rp 330 juta, surat berharga Rp 980,33 juta, serta kas dan setara kas Rp 1,06 miliar.