Beredar Kabar IPO Superbank Bakal Digelar Oktober, Begini Penjelasan Bos BEI
Bank digital Superbank yang berada di bawah payung PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dirumorkan bakal segera melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Kabar itu menguat seiring dengan beredarnya rumor pasar yang menyebut proses IPO Superbank kini tengah menunggu persetujuan.
Superbank merupakan transformasi dari PT Bank Fama International yang berdiri sejak 1993. Superbank memasuki era baru ketika menjadi bagian dari Emtek Group pada akhir 2021, diikuti oleh Grab dan Singtel pada awal 2022, dan KakaoBank pada tahun 2023 sebagai bagian dari konsorsium.
Menanggapi kabar yang beredar, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menepis kabar IPO. Ia menyatakan tangkapan layar mengenai rencana IPO Superbank seperti yang beredar di sejumlah grup investor adalah kabar yang tidak benar.
“Perusahaan seperti di tangkapan layar tidak sedang melakukan book building ataupun offering di sistem e-IPO,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (26/9).
Sebelumnya dalam tangkapan layar yang beredar Superbank disebut akan menggelar IPO pada pertengahan Oktober dengan melepas saham 35 juta lot. Adapun penawaran harga saat IPO diperkirakan di kisaran Rp 250.
Tangkapan layar itu didesain seperti halnya bentuk laman pengumuman IPO perusahaan yang diakses di website e-IPO. Nyoman pun memastikan bahwa tangkapan layar yang beredar tidak berasal dari milik BEI.
“Satu-satunya link untuk mengakses sistem e-IPO adalah melalui tautan https://www.e-ipo.co.id,” ujar Nyoman. Sesuai pernyataannya saat Katadata.co.id, mengakses laman e-IPO memang belum ada tampilan baru terkait perusahaan yang akan menggelar penawaran saham dalam waktu dekat.
Kinerja Superbank Semester I
Mengenai kabar IPO ini, Katadata.co.id sudah menghubungi manajemen Superbank. Juru Bicara Superbank menyatakan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar.
"Fokus kami adalah menjaga kinerja yang kuat melalui solusi keuangan inovatif, pertumbuhan jumlah nasabah, serta kolaborasi dengan ekosistem terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia," ujar Juru Bicara Superbank kepada Katadata.co.id.
Pada semester I 2025, Superbank membukukan laba bersih mencapai Rp 20 miliar, berbalik dibandingkan paruh pertama tahun lalu yang rugi Rp 188 miliar. Bank milik Emtek Group dan Grab ini mencatatkan pertumbuhan kredit mencapai Rp 8,4 triliun, melesat 123% secara tahunan.
Dalam konferensi akhir Juli lalu, Direktur Utama Superbank Tigor M. Siahaan menjelaskan, Superbank kini memiliki lebih dari 4 juta nasabah. Jumlah nasabahnya yang sebelumnya berada di bawah 1 juta saat masih bernama Bank Fama Internasional melonjak sejak berubah menjadi bank digital.
"Melalui integrasi yang mendalam dengan ekosistem seperti Grab dan OVO, kami telah mampu membangun kredibilitas, mempercepat adopsi, dan menyederhanakan pengalaman perbankan dalam kehidupan sehari-hari pengguna," ujar Tigor dalam siaran pers, Kamis (31/7).
Tigor menjelaskan, pertumbuhan kredit Superbank berkontribusi pada peningkatan total aset menjadi Rp 15 triliun, naik 122% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan bunga bersih naik 171% menjadi Rp 667,6 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bruto sebesar 237% menjadi Rp904,7 miliar. Hal ini mendorong kenaikan Marjin Bunga Bersih (NIM) menjadi 10,2%, naik dari 8,1% pada tahun sebelumnya.
Eefisiensi operasional juga meningkat secara signifikan, tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) yang turun tajam menjadi 74,2% dari 149,9%. Kualitas aset juga tetap terkelola dengan baik, dengan NPL bruto menurun menjadi 2,0% dan NPL neto dipertahankan pada level rendah 0,98%.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak 748% secara tahunan menjadi Rp 8,4 triliun. Peningkatan signifikan ini didorong oleh inovasi tabungan berbasis ekosistem seperti OVO Nabung dari Superbank, produk rek-wallet (rekening e-wallet) yang memungkinkan jutaan pengguna OVO menabung secara instan melalui aplikasi e-wallet mereka.