Hitung-hitungan Dividen UNVR setelah Divestasi Bisnis Es Krim dan Sariwangi

Arief Kamaludin|KATADATA
Logo PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR (ilustrasi). UNVR telah menyalurkan dividen interim senilai Rp 3,3 triliun pada Desember 2025.
13/2/2026, 11.54 WIB

Perusahaan consumer goods raksasa PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih mempertahankan dividen dengan rasio sebesar 100% terhadap laba bersih perseroan. 

Padahal, Unilever Indonesia telah mendivestasikan bisnis es krim hingga teh merek Sariwangi. Kendati begitu, keuntungan dari divestasi bisnis es krim senilai Rp 3,8 triliun dan teh Sariwangi sebesar Rp 800 miliar juga akan dibagikan sebagai dividen. 

Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren mengatakan, total dividen tahun buku 2025 yang akan dibagikan UNVR diperkirakan mencapai sekitar Rp 8,1 triliun. 

Adapun UNVR sebelumnya telah menyalurkan dividen interim senilai Rp 3,3 triliun pada Desember 2025. Dengan begitu, sisa alokasi dividen yang berpotensi dibagikan sekitar Rp 4,8 triliun.

“Angka tersebut mengindikasikan dividend yield 5,5% berdasarkan harga saham UNVR di level Rp 2.300 per saham per Kamis (12/2),” tulis Edi dalam analisisnya, Jumat (13/2).

Direktur Utama UNVR, Benji Go Yap sebelumnya menuturkan, selain pembagian dividen kepada pemegang saham, perseroan juga menerima dividen satu kali (one time dividend) dari hasil bersih pelepasan bisnis es krim dan Sariwangi. 

“Kami tetap berkomitmen terhadap kebijakan dividen, dengan rasio pembayaran dividen sebesar 100%,” kata Direktur Utama UNVR, Benji Go Yap, dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV 2025 secara virtual, Kamis (12/2). 

UNVR dikenal sebagai emiten yang konsisten membagikan dividen dengan rasio mendekati 100% dari laba bersih setiap tahun. Pada tahun buku 2024, perseroan menetapkan total dividen tunai sebesar Rp 3,35 triliun, setara dengan 99,7% dari laba bersih.

Dividen tersebut terdiri dari dividen interim Rp 41 per saham yang dibayarkan pada 19 Desember 2024 dan dividen final Rp 47 per saham yang dibayarkan pada 2 Juli 2025. Dengan begitu, total dividen per saham mencapai Rp 88.

Dari sisi kinerja, pada tahun buku 2025 UNVR membukukan penjualan bersih Rp 31,94 triliun, tumbuh 4,31% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 30,62 triliun. 

Penjualan perseroan didominasi pasar domestik dengan kontribusi sekitar Rp 31 triliun. Sementara penjualan ekspor tercatat Rp 942,13 miliar.

Hingga akhir 2025, kontributor terbesar pendapatan perseroan masih berasal dari segmen Home Care dan Personal Care sebesar Rp 23,35 triliun. Adapun segmen Foods and Refreshment membukukan penjualan Rp 8,58 triliun.

Sejalan dengan peningkatan penjualan, harga pokok penjualan UNVR naik secara tahunan dari Rp 16,06 triliun menjadi Rp 16,94 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan meningkat menjadi Rp 14,99 triliun dari sebelumnya Rp 14,55 triliun. 

Selain itu, perseroan mencatatkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun, setara 3% dari penjualan. Sekitar 60% dari capex tersebut dialokasikan untuk program efisiensi dan peningkatan kapasitas demi memperkuat produktivitas serta kesiapan bisnis ke depan.

Fokus Bisnis 2026

Benjie Yap mengatakan fokus UNVR pada 2026 yakni pertumbuhan berbasis kualitas dan volume yang ditargetkan mampu melampaui tren pasar. Ia menjelaskan melambatnya kinerja perusahaan sementara pada kuartal I 2026 diperkirakan karena pergeseran pola belanja akibat waktu Idul Fitri yang lebih awal, sehingga konsumsi terdorong ke kuartal sebelumnya. 

Menurutnya, dampak tersebut bersifat musiman dan tidak mencerminkan fundamental bisnis. Meski ada tekanan jangka pendek, Unilever Indonesia optimistis terhadap arah pertumbuhan seiring perbaikan struktural yang telah dijalankan sepanjang 2025.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tambah Benjie.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila