Geliat Emiten Keluarga Hary Tanoesoedibjo MSIN Kejar IPO di Bursa Hong Kong
Emiten milik keluarga Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), berencana mencatatkan saham sekunder di Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX). Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendanaan global.
Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pengajuan dokumen A1 ke HKEX menjadi tonggak penting transformasi perusahaan sebagai grup hiburan digital berorientasi global.
“Langkah ini mencerminkan komitmen kami untuk memperluas akses ke permodalan internasional sekaligus memperkuat posisi strategis kami dalam lanskap media global,” kata Angela seperti ditulis dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/4).
Dia menilai likuiditas tinggi HKEX dan basis investor global dapat mempercepat ekspansi internasional, khususnya pengembangan platform over-the-top (OTT) dan konten digital. Bursa Hong Kong mencatat rata-rata nilai transaksi harian di atas US$ 30 miliar.
Untuk mendukung rencananya, MSIN menunjuk sejumlah penasihat global. China International Capital Corporation (CICC) bertindak sebagai sponsor tunggal, sedangkan Latham & Watkins sebagai penasihat hukum, dan Ernst & Young sebagai akuntan pelapor. Adapun Bank of New York Mellon ditunjuk sebagai bank kustodian untuk penerbitan Hong Kong Depositary Receipt.
Rencana pencatatan tersebut sejalan dengan strategi ekspansi global MSIN. Pada Maret 2026, perseroan meluncurkan platform microdrama V+ Short yang menyasar pengguna global dengan format video vertikal berdurasi pendek. Platform ini mengandalkan pasokan konten baru setiap hari untuk menjaga keterlibatan pengguna.
MSIN saat ini mengoperasikan ekosistem hiburan digital terintegrasi, mulai dari layanan video on demand berbasis iklan (AVOD), langganan (SVOD), produksi dan distribusi konten, hingga manajemen artis dan digital marketing.
Selain itu, perusahaan juga menunjuk Smash Capital sebagai penasihat strategis. Di bawah kepemimpinan Kevin A Mayer, firma ini akan memberikan masukan terkait strategi global, peluang merger dan akuisisi, serta inisiatif pertumbuhan.
Langkah ekspansi ke pasar Hong Kong ini diharapkan memperkuat posisi MSIN sebagai pemain hiburan digital terintegrasi yang kian agresif berekspansi di pasar internasional.
Pada perdagangan hari ini, Selasa (28/4) pukul 10.15 WIB, harga saham MSIN anjlok 5,42% ke Rp 790. Namun secara tahun berjalan atau year to date, harga saham perseroan melonjak 88,10%