Aksi Senyap Saraswati Ponakan Prabowo Bidik 2,4% Saham dan jadi Komisaris VICI
Keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyebutkan saat ini tengah dalam nominee untuk menjadi menjabat sebagai komisaris di PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI). Tak hanya itu, Saraswati akan menggenggam hingga 2,4% saham emiten beauty dan personal care itu.
Sara mengatakan keputusan itu masih akan menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 29 Oktober 2026 mendatang.
"Saya di situ baru saja diumumkan untuk nomination, karena kan masih nomination-ya, kan belum RUPS ya, itu sebagai komisaris. End of this month, akhir bulan, tanggalnya persisnya," ucap Saraswati ketika ditemui di Jakarta, Jumat (9/10).
Wanita yang akrab disapa Sara itu juga mengatakan, keputusannya bergabung dengan Victoria Care Indonesia (VICI) merupakan keputusan pribadi dan tidak berkaitan dengan bisnis keluarga. Ia mengaku telah lama berdiskusi dengan pihak perusahaan hingga mengenal dekat pendirinya, yang kini turun tangan langsung untuk mendidik dan membimbing Sara.
“Dan saya sangat-sangat excited banget, semangat untuk bergabung di VICI, karena kaitannya dengan soft power Indonesia,” ucap Sara.
Ia mengatakan, ada sejumlah alasan yang membuatnya tertarik bergabung dengan VICI. Salah satunya keinginan untuk mendorong merek lokal menembus pasar internasional sebagai bagian dari soft power Indonesia.
Selain itu, ia melihat VICI memiliki kekuatan dari sisi distribusi. Ia juga tertarik dengan peluang untuk memperkuat representasi perempuan di industri beauty and wellness. Sara juga ingin berkolaborasi untuk membawa merek Indonesia ke luar negeri, misalnya ke Asia, ke Korea, hingga Jepang.
“Itu karena saya fundamentalist in business makanya saya so excited untuk join VICI karena mereka udah kuat domestiknya, justru saya mau mereka bisa expand lagi itu ya ini psikologinya harus dimainkan nih dari market dan itu cara untuk kita bisa keluar negeri dulu,” kata Sara.
Di sisi lain, Sara juga menyoroti pentingnya keberlanjutan bisnis dan upaya menghadirkan produk berkualitas. Ia melihat industri wellness punya potensi untuk dikembangkan lebih jauh, seiring dengan semakin banyaknya merek kecantikan Indonesia yang berkembang. Menurutnya, VICI juga memiliki sejumlah rencana pengembangan di segmen wellness.
“Dalam beberapa bulan ke depan, untuk mengembangkan usaha, terutama di bidang wellness, salah satunya juga untuk alat kesehatan, terus juga untuk supplement, vitamins, bahkan kalau beauty-nya,” ucap Sara.