Bulgaria Butuh 10 Tahun Keluar dari Standalone Market, Bagaimana Nasib Bursa RI?
Lembaga pengelola indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri. Jika merujuk pengalaman Bulgaria, negara yang pernah masuk kategori tersebut membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk keluar dari pasar mandiri.
MSCI mengumumkan perubahan klasifikasi pasar saham Bulgaria dari standalone market menjadi frontier market pada 23 Juni 2026. Bulgaria sebelumnya masuk dalam kategori standalone market pada Agustus 2016. Artinya, negara tersebut membutuhkan waktu hampir 10 tahun untuk keluar dari status pasar mandiri.
“Reklasifikasi status pasar Bulgaria dari Standalone Market menjadi Frontier Market,” tulis MSCI dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (20/10).
Kepala Klasifikasi dan Taksonomi Pasar MSCI Raman Aylur Subramanian menjelaskan, kerangka klasifikasi pasar MSCI menentukan kategori suatu negara berdasarkan aksesibilitas dan kelayakan investasinya bagi investor institusi internasional.
Penilaian itu mencakup kategori developed market atau pasar maju, emerging market atau pasar berkembang serta frontier market atau pasar frontier. MSCI mengevaluasi klasifikasi pasar dan kelayakan saham masuk indeks secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan perubahan kondisi pasar dan pengalaman investor.
Menurut Subramanian, ketika aksesibilitas pasar memburuk, kerangka klasifikasi MSCI mengharuskan lembaga tersebut mengambil tindakan tegas. Sebaliknya, perbaikan yang berkelanjutan dapat membuka peluang bagi suatu negara untuk naik kelas, seperti yang terjadi di Bulgaria dan Yunani.
Apa yang Membuat Bulgaria Naik Kelas?
MSCI pertama kali mengonsultasikan rencana perubahan klasifikasi Bulgaria pada 2024. Saat itu, sejumlah saham di negara tersebut telah memenuhi persyaratan ukuran dan likuiditas untuk masuk kategori frontier market. Namun, keputusan tersebut sempat ditunda untuk mengevaluasi perkembangan likuiditas pasar dan kesiapan Bulgaria mengadopsi mata uang euro.
Sejak itu, kondisi pasar modal Bulgaria menunjukkan perbaikan. Likuiditas di Bursa Efek Bulgaria atau Bulgarian Stock Exchange (BSE) meningkat, diikuti kenaikan nilai transaksi saham.
Selain itu, Bulgaria resmi mengadopsi euro pada 1 Januari 2026 tanpa kendala operasional yang signifikan. Perkembangan tersebut turut mendukung keputusan MSCI untuk menaikkan klasifikasi pasar saham negara itu.
Perubahan status Bulgaria akan diterapkan dalam satu tahap pada peninjauan indeks MSCI Mei 2027. Penyesuaian tersebut mencakup indeks standar, indeks khusus, dan indeks turunan MSCI.
Komisi Pengawasan Keuangan Bulgaria menyatakan perubahan klasifikasi ini menjadi langkah penting bagi perkembangan pasar modal negara tersebut. Keputusan itu juga mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah, lembaga publik, dan pelaku pasar dalam meningkatkan aksesibilitas, infrastruktur, serta iklim investasi.
CEO Bursa Efek Bulgaria Manyu Moravenov menyebut keputusan MSCI sebagai momentum bersejarah bagi pasar modal negaranya.
“Keputusan MSCI mengirimkan sinyal yang jelas kepada komunitas investasi internasional bahwa Bulgaria semakin menarik sebagai tujuan investasi, serta bahwa reformasi dan berbagai upaya untuk mengembangkan pasar mulai membuahkan hasil,” ujar Moravenov, dikutip dari Bulgarian News Agency, Selasa (20/10).
Menurut dia, perubahan klasifikasi tersebut berpotensi meningkatkan visibilitas perusahaan tercatat di Bulgaria di mata investor internasional, menarik investor baru, serta membuka peluang pendanaan yang lebih besar bagi perusahaan melalui pasar modal.
MSCI membagi pasar saham ke dalam empat kategori, yakni developed market (pasar maju), emerging market (pasar berkembang), frontier market (pasar frontier) dan standalone market (pasar mandiri).
Kategori standalone market menempatkan suatu pasar di luar kelompok indeks utama MSCI untuk pasar maju, berkembang maupun frontier. Sementara itu, kategori frontier market mencakup pasar yang lebih kecil dan belum memenuhi seluruh persyaratan untuk masuk kelompok emerging market.
Penjelasan BEI Soal Standalone Market
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan, klasifikasi MSCI stand alone market bukanlah klasifikasi terendah di MSCI. Standalone market adalah klasifikasi khusus untuk pasar yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
“Jadi bukan berarti terendah. Bukan berarti advance, kemudian emerging kemudian frontier kemudian standalone. Jadi nggak seperti itu,” kata Iding kepada wartawan dikutip Selasa (20/10).
Dia menjelaskan klasifikasi standalone market terpisah dari klasifikasi advance, emerging dan frontier yang memang bertingkat. Standalone digunakan untuk pasar yang memerlukan pengawasan oleh MSCI.
Dia menegaskan bahwa MSCI baru membuka konsultasi atau proposal, bukan langsung memasukkan BEI ke standalone market. Konsultasi tersebut berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.
Dia mengatakan, dengan waktu yang tersedia sampai tenggat konsultasi tersebut, BEI aka berusaha semaksimal mungkin untuk melengkapi apa saja yang masih kurang menurut investor global terkait reformasi integritas pasar modal yang sudah disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO).