Manuver Keponakan Prabowo Masuk VICI, Gandeng Grup Salim dan Jajaki Pasar Global

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adh
Aktris sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati (kiri) tampil monolog berjudul Kalau Bukan Aku pada Monoplay Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Dalam monolog tersebut Rahayu Saraswati menceritakan seorang perempuan yang kehilangan adik tanpa kabar maupun jejak yang jelas.
Penulis: Karunia Putri
30/10/2026, 09.27 WIB

Keponakan Presiden Prabowo Subianto yaitu Rahayu Saraswati Djojohadikusumo resmi menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI). Seiring dengan itu produsen produk kosmetik Herborist ini menargetkan ekspansi ke pasar internasional sekaligus memperkuat bisnis di segmen premium.

Komisaris Utama VICI Billy Hartono Salim mengatakan, pengangkatan Rahayu Saraswati atau yang akrab disapa Sara menjadi salah satu keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) VICI pada Kamis (29/10).

Menurut Billy, kehadiran Sara diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, terutama dalam mendorong pertumbuhan bisnis dan memperluas jaringan perseroan ke pasar global.

"Saya berharap bahwa beliau akan membawa dan membantu kita perusahaan ini menjadi the next level. Karena jaringan networking maupun beliau passion, beliau di lifestyle, di kosmetik dan itu sangat kuat sekali," ujar Billy saat ditemui usai RUPSLB, Kamis (29/10).

Sara tercatat menggenggam 160,99 juta saham VICI atau setara dengan sekitar 2,4% dari total saham perseroan.

Billy mengatakan, VICI akan meluncurkan sejumlah inovasi produk pada tahun depan, terutama untuk menyasar segmen premium. Perseroan juga akan melakukan peremajaan merek (brand rejuvenation) guna memperkuat daya saing produk di pasar.

Sementara itu Sara mengatakan, salah satu pertimbangannya bergabung dengan VICI adalah kekuatan jaringan distribusi fisik yang dimiliki perusahaan. Menurut dia, jaringan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan bisnis, meskipun penjualan melalui perdagangan elektronik atau e-commerce terus berkembang.

Dia menilai VICI memiliki jaringan distribusi yang kuat, dengan mitra yang memiliki komitmen dan loyalitas terhadap perusahaan.

"Nilai tambah yang positif yaitu untuk bisa go international. Kedua untuk segmen tadi yang dikatakan adalah premium," kata Sara.

Selain perubahan susunan manajemen, pemegang saham juga menyetujui penguatan kegiatan usaha perseroan di bidang pergudangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya VICI untuk memperkuat infrastruktur bisnis sekaligus mendukung ekspansi.

Bilky mengatakan ekspansi internasional VICI mulai diperkuat melalui kerja sama dengan distributor resmi di Malaysia. Perseroan telah menandatangani perjanjian dengan UDI Marketing Sdn Bhd (UDIM), perusahaan distribusi yang merupakan bagian dari Salim Group pada 26 Oktober 2026.

VICI memilih UDIM karena pengalaman perusahaan tersebut dalam pemasaran dan distribusi produk barang konsumsi (FMCG) di Malaysia. Jaringan distribusinya menjangkau Malaysia Barat dan Malaysia Timur, baik melalui kanal perdagangan modern maupun tradisional.

UDIM merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki United Detergent Industries, produsen deterjen yang berdiri sejak 1977 dan menjadi bagian dari Salim Group. 

Kerja sama ini memperluas jangkauan bisnis internasional VICI. Sebelumnya, produk perseroan telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Timor Leste, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Thailand, Cina, Vietnam, Hong Kong, Malta, Afrika Selatan, Mauritius, Papua Nugini dan Brunei Darussalam.

Saat ini, VICI mengelola delapan merek, yakni Herborist, Miranda, Victoria, Nuface, CBD Professional, Secret Clean, Sixsence serta Bath & Buff.

Bidik Pasar Premium Lewat Akuisisi

Selain memperluas pasar internasional, VICI juga berencana memperkuat portofolio produk di segmen premium melalui rencana akuisisi.

Direktur VICI Erwan Irawan Noer mengatakan, perseroan tengah menjajaki akuisisi terhadap pemilik merek Secret Garden yakni PT Natura Pesona Mandiri. “Mungkin di semester 1 tahun depan,” kata Erwan.

Menurut Erwan, Secret Garden memiliki portofolio produk perawatan tubuh dan kecantikan yang sesuai dengan strategi VICI untuk memperbesar kontribusi segmen premium.

Produk yang ditawarkan merek tersebut antara lain sampo, losion, parfum dan reed diffuser atau pengharum ruangan berbentuk stik.

Erwan menjelaskan, meskipun pasar produk perawatan tubuh di segmen bawah memiliki volume penjualan lebih besar, persaingan di pasar tersebut sudah semakin ketat. Kondisi itu turut menekan ruang pertumbuhan margin perusahaan.

Sebaliknya, segmen premium dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Apalagi, permintaan terhadap produk kecantikan dan perawatan tubuh premium mulai terlihat dari semakin banyaknya gerai yang hadir di pusat perbelanjaan.

Karena itu, VICI melihat akuisisi Secret Garden sebagai salah satu cara untuk memperkuat posisi perseroan di pasar tersebut.

Dari sisi strategi bisnis, perseroan juga membuka peluang pengembangan produk yang menggabungkan sektor kesehatan dan kecantikan. Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap pengembangan lebih lanjut.

Untuk ekspansi internasional, Billy mengatakan produk Herborist dan CBD Professional menjadi dua merek yang saat ini diprioritaskan untuk memasuki pasar Malaysia.

Perseroan juga melihat peluang untuk memperluas pemasaran ke sejumlah negara lain, termasuk Jepang, Vietnam dan Filipina. Namun, VICI masih perlu menjajaki kerja sama dengan distributor resmi di negara-negara tersebut.

"Untuk saat ini, Herborist dan CBD sudah masuk ke Malaysia. Kami juga melihat peluang di Vietnam dan Filipina, tetapi selama ini belum memiliki distributor resmi di sana," ujar Billy.

Dengan demikian, kerja sama dengan UDIM diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pola distribusi resmi VICI di pasar internasional.

Siapkan Pembagian Dividen

Perihal pembagian dividen, Billy menyampaikan bahwa VICI juga berencana membagikan dividen kepada pemegang saham. Namun, perseroan belum mengungkapkan besaran maupun jadwal pembagian dividen tersebut.

Ia mengatakan, informasi lebih lanjut mengenai rencana pembagian dividen akan disampaikan melalui manajemen perseroan.

Jika menilik historinya, VICI membagikan dividen Rp 8 per saham atau Rp 53,66 miliar untuk para pemegang sahamnya. Dividen dibagikan dengan rincian Rp 3 per saham sebagai dividen interim dan Rp 5 sebagai dividen tunai.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri