Penjelasan MNC Bank Soal Ramai Nasabah Keluhkan Layanan, Bagaimana Kinerjanya?
Manajemen PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank memberi penjelasan ihwal gangguan layanan transaksi digital yang dikeluhkan sejumlah nasabah. Perseroan mengklaim terus melakukan penanganan dan mitigasi agar seluruh jaringan layanan dapat kembali beroperasi normal.
Corporate Secretary MNC Bank Edward Kennetze mengatakan proses pemulihan (recovery) layanan transaksi digital masih berlangsung. Ia mengakui terdapat keluhan layanan yang diterima dari para nasabah terhadap layanan transaksi digital perseroan masih terus berlangsung.
“Perseroan terus melakukan upaya penanganan dan mitigasi terbaik agar seluruh jaringan layanan dapat kembali beroperasi normal secepatnya,” kata Edward kepada Katadata seperti dikutip Selasa (3/11).
Selama proses pemulihan, Edward mengatakan MNC Bank telah menyediakan sejumlah alternatif layanan bagi nasabah. Nasabah dapat menggunakan jaringan ATM MNC Bank untuk melakukan penarikan tunai maupun mengecek saldo.
Selain itu, nasabah dapat mendatangi kantor cabang MNC Bank terdekat sesuai hari dan jam operasional. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, nasabah juga dapat menghubungi layanan call center MNC Bank di nomor 1500188.
Persoalan layanan tersebut turut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, otoritas tengah mencermati secara serius informasi mengenai kendala transaksi dan penarikan dana nasabah MNC Bank.
OJK, kata Dian, terus memantau perkembangan kondisi bank dan mendalami permasalahan yang terjadi. Pengawasan tersebut juga mencakup upaya memastikan bank menangani keluhan nasabah dan memenuhi kewajibannya.
“Termasuk memastikan pihak bank menangani keluhan nasabah serta memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dian kepada Katadata, Senin (2/11).
Terkait langkah pengawasan terhadap BABP, Dian mengatakan penetapannya dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi bank dan kriteria yang diatur dalam ketentuan yang berlaku.
Untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap industri perbankan, OJK juga terus memantau kondisi perbankan secara keseluruhan, termasuk perkembangan likuiditas dan potensi risiko yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat. OJK berkoordinasi dengan otoritas terkait sesuai kewenangan masing-masing untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menggunakan saluran resmi bank untuk memperoleh informasi mengenai layanan dan penyelesaian kendala transaksi,” kata Dian.
Tekanan Kinerja MNC Bank
Di tengah keluhan nasabah tersebut, kinerja keuangan MNC Bank juga menunjukkan sejumlah tekanan pada kuartal III 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total aset BABP tercatat sebesar Rp 18,79 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 20,27 triliun.
Di sisi pendanaan, simpanan dari bank lain dan pihak ketiga meningkat menjadi Rp 1,52 triliun dari sebelumnya Rp 1,14 triliun.
Sementara itu, laba komprehensif MNC Bank tercatat sebesar Rp 59,61 miliar pada kuartal III 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 66,58 miliar.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) MNC Bank turun menjadi 20,68% dari sebelumnya 24,5%. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) meningkat menjadi 4,64% dari 4% pada kuartal III 2025.
Sebelumnya, sejumlah nasabah MNC Bank mengeluhkan tidak dapat melakukan transaksi digital, seperti transfer dana dan pembayaran melalui QRIS menggunakan aplikasi MotionBank. Keluhan juga mencakup kesulitan menarik uang tunai melalui ATM.
Bahkan, sejumlah nasabah mengaku hanya dapat menarik dana melalui teller dengan nominal yang dibatasi oleh pihak bank dengan alasan likuiditas. Gangguan tersebut membuat nasabah kesulitan mengakses dana yang tersimpan di rekening untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sejumlah keluhan juga disampaikan melalui media sosial, termasuk Threads.