5 Fakta IPO Andalan Artha (ANDA), Incar Dana Rp 316,76 M, Dikawal Henan Putihrai
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kedatangan emiten baru. PT Andalan Artha Primanusa Tbk bersiap melantai di BEI melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada awal Desember 2026.
Perseroan akan menggunakan kode saham ANDA. Tak hanya itu, Andalan Artha juga menjadi emiten sektor energi pertama yang menggelar IPO di BEI sepanjang tahun ini.
Andalan Artha merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Perseroan telah memiliki pengalaman lebih dari delapan tahun dalam industri jasa kontraktor pertambangan.
“Perseroan menyediakan layanan dan solusi operasional pertambangan yang berorientasi pada keselamatan kerja, kedisiplinan operasional, produktivitas, serta keberlanjutan kegiatan usaha,” seperti yang dikutip dari prospektus IPO ANDA, Kamis (5/11).
Awalnya, kegiatan usaha Andalan Artha berfokus pada jasa pertambangan batu bara. Namun, perseroan kemudian melakukan diversifikasi dengan memperluas cakupan bisnis ke sektor pertambangan nikel.
Saat ini, ANDA mengoperasikan tujuh lokasi pertambangan (site) yang tersebar di empat provinsi. Rinciannya, dua lokasi tambang batu bara di Kalimantan Tengah, tiga lokasi tambang batu bara di Sumatera Selatan, satu lokasi tambang nikel di Maluku Utara serta satu lokasi tambang batu bara di Kalimantan Timur.
Dengan cakupan operasional tersebut, perseroan berupaya memperluas kapabilitas dan jangkauan bisnis untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan. Berikut lima fakta IPO Andalan Artha (ANDA) yang dihimpun Katadata, Kamis (5/11).
5 Fakta IPO Andalan Artha
Tawarkan Harga IPO Rp 158 - 189 per Saham
ANDA menawarkan saham dalam rentang harga Rp 158–189 per saham. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 1,676 miliar saham baru atau setara 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Jika seluruh saham tersebut terserap pada harga tertinggi, ANDA berpotensi mengantongi dana segar maksimal Rp 316,76 miliar.
Saham yang ditawarkan merupakan saham baru dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp 10 per saham.
Henan Putihrai Jadi Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Dalam persiapan IPO, ANDA menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Henan Putihrai sebelumnya juga mengawal sederet IPO emiten di BEI, seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE).
Namun, Henan Putihrai saat ini sedang menjadi sorotan karena menjadi salah satu sekuritas yang diberi sanksi administratif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pekan lalu, OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda Rp 1,7 miliar kepada Henan Putihrai
Sanksi itu berkaitan dengan pelanggaran dalam proses IPO CUAN. OJK menilai Henan Putihrai melanggar ketentuan penerapan program antipencucian uang (APU), pencegahan pendanaan terorisme (PPT), serta pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (PPPSPM) di sektor jasa keuangan.
Pelanggaran tersebut mengacu pada Pasal 17 ayat (1) dan Pasal 42 ayat (1) POJK Nomor 23/POJK.01/2019.
Sebanyak 35% Dana IPO untuk Bayar Utang
ANDA akan menggunakan dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan modal kerja operasional.
Sekitar 35% dari dana bersih IPO akan dialokasikan untuk pembayaran utang perseroan. Alokasi dirincikan, sebesar Rp 65,01 miliar atau 21,26% dari dana IPO untuk pelunasan lebih awal seluruh sisa pokok pinjaman kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk.
Kemudian sebesar Rp 42 miliar atau 13,74% untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Sementara itu, sekitar 65% dana IPO akan digunakan untuk modal kerja operasional.
Penggunaannya mencakup pembelian suku cadang alat berat, pelumas, ban untuk truk dan alat berat serta bahan bakar. Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk membiayai upah, tunjangan dan fasilitas penunjang tenaga kerja operasional di lapangan.
Apabila dana bersih IPO tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut, perseroan akan mengalokasikannya secara proporsional sesuai persentase penggunaan dana dalam prospektus. Kekurangannya akan dipenuhi melalui arus kas internal perseroan.
Jadwal IPO Andalan Artha
Masa penawaran awal saham ANDA berlangsung pada 5–17 November 2026. Setelah itu, perseroan dijadwalkan memperoleh pernyataan efektif pada 23 November 2026.
Berikut jadwal lengkap IPO Andalan Artha:
- Masa penawaran awal: 5–17 November 2026
- Tanggal efektif: 23 November 2026
- Masa penawaran umum: 24–27 November 2026
- Tanggal penjatahan: 27 November 2026
- Pengembalian uang pemesanan: 30 November 2026
- Distribusi saham secara elektronik: 30 November 2026
- Pencatatan saham di BEI: 1 Desember 2026
Dengan jadwal tersebut, saham ANDA direncanakan mulai diperdagangkan di BEI pada 1 Desember 2026.
Janji Bagikan Dividen hingga 30% dari Laba Bersih
Setelah melantai di bursa, manajemen ANDA membuka peluang pembagian dividen tunai kepada pemegang saham. Dalam prospektus, perseroan menyatakan berencana membagikan dividen maksimal 30% dari laba bersih tahun berjalan.
Namun, realisasi pembagian dividen tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, kinerja usaha, serta kebutuhan pendanaan untuk pengembangan dan ekspansi bisnis.
Pembayaran dividen juga hanya dapat dilakukan apabila perseroan membukukan saldo laba positif dan memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Besaran dividen yang dibagikan setiap tahun akan bergantung pada hasil usaha dan arus kas perseroan, kebutuhan modal kerja, belanja modal serta rencana investasi ke depan.