CEO dan CFO Induk Silicon Valley Bank Kompak Mundur

StudyCafe
Silicon Valley Bank
Penulis: Amelia Yesidora
23/4/2023, 11.51 WIB

Induk perusahaan Silicon Valley Bank, SVB Financial Group, mengumumkan pengunduran diri dua orang eksekutifnya. Chief Executive Officer atau CEO Gregory Becker dan Chief Financial Officer atau CFO Daniel Beck meninggalkan perseroan awal minggu ini.

Beck mengundurkan diri pada Selasa (18/4) sementara Becker keesokan harinya. Jabatan sebagai anggota dewan Federal Reserve Bank di San Fransisco juga telah hilang per Senin (10/4). Meski begitu, perusahaan meminta Becker sebagai konsultan perusahaan bila diperlukan tanpa membebankannya pada SVB.

Bulan lalu, Silicon Valley Bank mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11. Bank ini juga menunjuk perusahaan konsultan bisnis Alaverz & Marsal untuk membantu restrukturisasi perusahaan. Nicholas Grossi dari A&M kemudian menjadi CFO interim SVB per Kamis (20/4).

Silicon Valley Bank jatuh bangkrut dan diambil alih regulator Amerika Serikat pada Jumat (11/3). Ini adalah kegagalan bank terbesar di negara Paman Sam setelah krisis keuangan 2008. Bila penyebab kegagalan bank umumnya adalah bank rush atau penarikan uang tunai secara serentak dan dalam jumlah besar, lain halnya dengan SVB. 

Kejatuhannya dimulai dari kebijakan Bank Sentral AS, The Federal Reserve, yang menaikkan suku bunga secara agresif sejak tahun lalu, untuk menekan laju inflasi. Tapi yang terjadi adalah biaya pinjaman menjulang, hingga melemahkan momentum kenaikan saham teknologi yang menguntungkan SVB.

Bank yang berdiri sejak 1983 ini spesialis pembiayaan perusahaan rintisan alias startup. Dalam catatan Katadata, mereka menyediakan pembiayaan bagi hampir setengah dari perusahaan teknologi. SVB masuk ke daftar teratas 20 bank komersial AS, hingga total asetnya tahun lalu mencapai US$ 209 miliar atau setara Rp 3.258 triliun.

Suku bunga yang lebih tinggi juga mengikis nilai obligasi jangka panjang yang digenggam oleh SVB dan bank lain selama era suku bunga yang sangat rendah dan mendekati nol. Portofolio obligasi SVB senilai US$ 21 miliar menghasilkan rata-rata 1,79%, sementara imbal hasil Treasury 10 tahun saat ini adalah sekitar 3,9%. 

Pada saat yang sama, modal ventura mulai mengering, memaksa para pemula untuk menarik dana yang dipegang oleh SVB. Bank pun terpaksa menjual banyak surat berharga miliknya dengan kerugian di saat laju penarikan dana oleh nasabah meningkat. Kepanikan pun mulai berakar dan semakin menjalar. 

Reporter: Amelia Yesidora