Mengintip Ragam Investasi Luna Maya: Emas, Saham, hingga Startup Sampah
Aktris Luna Maya mengungkapkan strategi investasinya dalam mengelola keuangan. Portofolionya cukup beragam, mulai dari saham, emas, obligasi, reksa dana hingga investasi di startup pengelolaan sampah Waste4Change.
Luna mengaku lebih senang menyebut aktivitas investasinya sebagai “menabung”. Ia mengalokasikan dananya ke hampir seluruh instrumen investasi yang tersedia di Tanah Air. Dari sejumlah instrumen tersebut, Luna mengatakan obligasi menjadi salah satu instrumen dengan porsi terbesar dalam portofolionya.
“Aku bilang menabungnya lah ya. Itu (dari persentase paling besar) di reksa dana, saham, baru obligasi dan emas,” kata Luna seusai menjadi pembicara dalam acara Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Rabu (16/9).
Dia juga bercerita telah berinvestasi emas sejak lama, jauh sebelum harga emas mencapai level saat ini. Meskipun harga emas telah meningkat signifikan sejak dibeli, Luna mengaku masih akan mempertahankan aset logam mulianya itu.
“Emas itu aku punya dari zaman dulu, dari zaman harganya belum seperti sekarang. Jadi ya sudah, disimpan aja,” ujarnya.
Selain instrumen pasar keuangan, Luna juga memiliki investasi dengan di sektor startup. Dia bercerita, sejak Februari 2023, ia menjadi investor di Waste4Change, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
Berangkat dari kegelisahannya terhadap banyaknya sampah di Indonesia dan rasa ingin tahunya terhadap pengelolaannya yang benar. Ia mulai mencari tahu bagaimana mengelola sampah yang benar, terutama di rumah sendiri.
Luna mengungkapkan keterlibatannya di Waste4Change bermula ketika ia menjadi pengguna layanan perusahaan tersebut. Ia kemudian tertarik untuk berinvestasi karena ingin memastikan pengelolaan sampah di rumahnya dilakukan secara optimal.
Waste4Change adalah perusahaan yang menyediakan layanan pengelolaan sampah secara langsung dari rumah pelanggan. Sampah yang dikumpulkan kemudian diangkut, dipilah, dan diproses untuk meningkatkan tingkat daur ulang.
Waste4Change sebelumnya mendapatkan pendanaan dari Agaeti Ventures bersama East Ventures dan SMDV pada 2020. Nilai pendanaan tersebut tidak diungkapkan.