Karyawan Inti Bangun jadi Korban Penyanderaan Pembangunan BTS di Papua

ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww.
Ilustrasi. Pegawai Inti Bangun Sejahtera menjadi korban penyerangan dan penyanderaan oleh KKB di Okibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Penulis: Syahrizal Sidik
14/5/2023, 12.09 WIB

Sebanyak 4 pekerja pembangunan base transceiver station atau BTS yang dikelola BAKTI Kominfo di Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua menjadi korban penyanderaan dan penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Jumat (12/5). KKB  juga meminta uang tebusan senilai Rp 500 juta.

General Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Region Maluku dan Papua, Agus Sugiarto memastikan yang menjadi korban penyerangan dan penyanderaan adalah seluruh karyawan PT Inti Bangun Sejahtera dan didampingi tim Diskominfo Pegunungan Bintang.

"Telkomsel menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian yang menimpa karyawan PT Inti Bangun Sejahtera beserta rombongan," kata Agus, dalam keterangan resmi yang diterima Katadata.co.id, Minggu (14/5).

Agus menambahkan, BTS beserta infrastrukturnya yang berlokasi di tempat penyerangan dan penyanderaan, kewenangan operasionalnya dikelola oleh BAKTI Kominfo.

Untuk diketahui, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) merupakan perusahaan infrastruktur menara telekomunikasi yang sahamnya dimiliki 79,88% oleh PT Bakti Taruna Sejati, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk 8,50% dan sisanya dimiliki publik 11,62%.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate sebelumnya juga menyoroti faktor keamanan menjadi penghambat dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah Papua.

Hal ini Jonny sampaikan merespons insiden penyanderaan empat petugas yang tengah membangun base transceiver station (BTS) di Pegunungan Bintang, Papua.

"Tanpa jaminan keamanan yang memadai maka akan berdampak pada demoralisasi atas personil dan insinyur infratsruktur digital yang sedang membangun di papua," kata Johnny, Sabtu (13/5).

Menurutnya, masalah keamanan menjadi faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dan menjadi penghambat dalam pembangunan infrastruktur digital di Papua. Di samping sulitnya mobilisasi logistik, serta keamanan aset BTS, keamanan dan keselamatan personil perlu dikawal dan dipastikan keamanannya.