INA Lebarkan Sayap, Gandeng SWF Global Bentuk Platform Investasi China–ASEAN

Katadata
Logo Indonesia Investment Authority atau INA.
Penulis: Ira Guslina Sufa
22/4/2026, 10.16 WIB

Indonesia Investment Authority (INA) mulai memperluas perannya di level regional dengan bergabung dalam pembentukan platform investasi lintas negara bertajuk Galaxy Orientis China-ASEAN Investment Platform (CAIP). Inisiatif ini digarap bersama China Investment Corporation (CIC) dan State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ).

Dalam kerja sama ini ketiganya bertindak sebagai anchor investor dalam kendaraan investasi berbasis private equity yang menyasar peluang jangka panjang di kawasan. Untuk tahap awal (first close) investasi yang disiapkan mencapai US$520 juta dan target dana hingga US$1 miliar. 

Struktur ini dirancang sebagai wadah kolaboratif antar sovereign wealth fund (SWF) untuk memperkuat penetrasi investasi di sektor-sektor strategis yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Adapun fokus investasi CAIP mencakup berbagai sektor yang terdampak langsung oleh perubahan struktur ekonomi kawasan. 

“CAIP bertujuan untuk menangkap peluang investasi berkualitas tinggi di sektor industri, kesehatan, konsumen, jasa bisnis, dan teknologi,” ujar VP of Communications INA, Putri Dianita Ruswaldi kepada Katadata.co.id , Rabu (22/4). 

Sebelumnya Pelaksana tugas Ketua Dewan Direktur INA Eddy Porwanto menyatakan, partisipasi dalam platform ini merupakan langkah strategis dalam membangun jalur investasi khusus di koridor China–Asia Tenggara. Ini juga menjadi investasi perdana INA dalam skema funds-of-funds di bawah program tematik.

“Melalui platform ini, INA bertujuan memfasilitasi aliran modal jangka panjang, beserta keahlian dan jaringan global, dengan menggandeng para investor institusional global terkemuka ke sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang di Indonesia,” ujar Eddy dalam penjelasan resmi. 

Melalui keterlibatan ini, INA tidak hanya menempatkan dana, tetapi juga berperan sebagai katalis yang menjembatani masuknya investor institusional global ke sektor-sektor prioritas di Indonesia. Targetnya adalah menciptakan nilai ekonomi jangka panjang sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan kerja sama selanjutnya platform CAIP dipercayakan kepada CGS International Securities Pte. Ltd. sebagai unit internasional dari China Galaxy Securities (CGS). CGS akan bertindak sebagai General Partner, dengan menyediakan keahlian regional, infrastruktur operasional, serta jaringan langsung di lapangan di seluruh Asia Tenggara. Adapun CGS merupakan bank investasi terkemuka asal China yang melayani lebih dari 20 juta klien di seluruh dunia dengan aset kustodian melebihi RMB 6 triliun.

Dari sisi mitra, CIC melihat inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menangkap potensi pertumbuhan ASEAN yang dinilai tetap solid. Kolaborasi dengan INA dan SOFAZ juga memperkuat posisi mereka dalam membangun kemitraan multilateral antar SWF di koridor ekonomi yang dinamis.

Sementara itu, SOFAZ menilai platform ini sebagai tonggak penting dalam strategi diversifikasi portofolio globalnya. Dengan menggabungkan modal jangka panjang dan keahlian kolektif, ketiga SWF tersebut berupaya memaksimalkan peluang dari percepatan integrasi perdagangan dan investasi di kawasan.

Peluncuran platform ini dilakukan dalam acara penandatanganan yang digelar di Beijing pada 13 April 2026. Momentum tersebut sekaligus menegaskan meningkatnya minat investor global terhadap ASEAN sebagai pusat pertumbuhan baru, terutama di tengah pergeseran peta ekonomi dunia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.