Telkom Cetak Laba Rp 10,6 T Semester I 2026, Ditopang Pemulihan Bisnis Seluler

Katadata/Fauza Syahputra
Telkom Indonesia
1/8/2026, 17.48 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,6 triliun pada semester pertama 2026. Angka tersebut naik 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut salah satunya ditopang oleh membaiknya bisnis layanan seluler Telkomsel. 
 
Hingga Juni 2026, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan (YoY). Sedangkan EBITDA perusahaan pelat merah itu meningkat 3,8% menjadi Rp 37,5 triliun. Adapun,  laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 11,3 triliun atau naik 6,2% YoY.
 
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil strategi transformasi digital Telkom. Dia menjelaskan, pemulihan layanan seluler serta pengelolaan bisnis yang lebih efisien menjadi penopang pertumbuhan kinerja perseroan.
 
"Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," kata Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8).
 
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,6 triliun pada semester pertama 2026. Angka tersebut naik 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut salah satunya ditopang oleh membaiknya bisnis layanan seluler Telkomsel. 
 
Hingga Juni 2026, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan (YoY). Sedangkan EBITDA perusahaan pelat merah itu meningkat 3,8% menjadi Rp 37,5 triliun. Adapun,  laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp 11,3 triliun atau naik 6,2% YoY.
 
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut mencerminkan hasil strategi transformasi digital Telkom. Dia menjelaskan, pemulihan layanan seluler serta pengelolaan bisnis yang lebih efisien menjadi penopang pertumbuhan kinerja perseroan.
 
"Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," kata Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8).
 

Laba Telkomsel Meningkat

 
Kinerja yang lebih positif ini sejalan dengan kondisi sejumlah anak usaha Telkom. Pada segmen B2C (mobile and fixed broadband), laba Telkomsel tumbuh 3,3% menjadi Rp 55,6 triliun. 
 
Salah satu pendorongnya adalah kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11%. Selain itu,  Average Revenue Per User (ARPU) mobile meningkat  9% menjadi Rp 45.600. Begitu pula payload data meningkat sejalan dengan peningkatan konsumsi digital saat libur sekolah dan Piala Dunia 2026.
 
Di segmen fixed broadband, jumlah pelanggan IndiHome turun menjadi 9,5 juta dari 10,1 juta pada semester I 2025. Namun, ARPU IndiHome naik 3,4% secara kuartalan menjadi Rp 211.000 dan rasio konvergensi meningkat menjadi 65%.
 
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi Telkom untuk membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan yang berkelanjutan," demikian keterangan tertulis Telkom.
 

Lini Bisnis Lain

 
Sedangkan pendapatan Telkom dari segmen B2B Infrastructure juga naik 19% menjadi Rp 33,1 triliun pada paruh pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan Data, Internet, dan IT Service. Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower.
 
Dalam bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan Rp 4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY. Sedangkan dalam bisnis data center, Telkom akan memperkuat NeutraDC karena peningkatan permintaan terhadap infrastruktur digital.
 
 "Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas layanan, mengoptimalkan monetisasi aset, serta mendorong pertumbuhan melalui kolaborasi dengan mitra strategis," demikian keterangan tertulis Telkom.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.