Pimpinan Baru Bursa MIneral OJK Bidik Peran jadi Penentu Harga Global
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Indonesia dapat meningkatkan perannya dalam pembentukan harga mineral dan komoditas hingga menjadi salah satu referensi harga global. Hal itu disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito yang baru dilantik hari ini, Rabu (9/9).
Sarjito mengatakan target tersebut penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara penghasil mineral dan komoditas strategis terbesar di dunia. Namun, Indonesia hingga kini masih bergantung pada mekanisme pembentukan harga yang berlangsung di yurisdiksi negara lain.
“Kita tahu bahwa kita salah satu penghasil bursa terbesar di dunia, terutama nikel dan juga yang lain, dan juga komoditas strategis yang cukup banyak, tetapi pricing-nya kita tidak bisa tentukan,” ujar Sarjito seusai mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung (MA).
Menurut Sarjito, BMKS Indonesia perlu meningkatkan perannya secara bertahap. Pada tahap awal, Indonesia ditargetkan tidak lagi hanya menjadi price taker atau pihak yang menerima harga yang terbentuk di pasar, tetapi mampu menjadi price influencer yang dapat memengaruhi pembentukan harga.
“Paling tidak, untuk awal, tidak lagi menjadi price taker, tapi bisa menjadi price influencer, dan menjadi bursa kita reference,” kata Sarjito.
Dalam jangka panjang, Sarjito menargetkan BMKS Indonesia dapat menjadi referensi harga mineral dan komoditas strategis di tingkat global. Bahkan, Indonesia diharapkan mampu mencapai posisi sebagai price maker atau pihak yang memiliki pengaruh utama dalam pembentukan harga.
“Dan at the end, kita tentu harus sanggup dan mampu, confident untuk menjadi price-maker,” ujarnya.
Lebih jauh Sarjito mengatakan penguatan peran BMKS dalam pembentukan harga komoditas juga sejalan dengan amanat Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Ia mengatakan akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan meminta dukungan serta pengawasan dari kalangan media.
“Oleh karena itu, dengan ditunjukkan saya atas amanah yang sangat bagus buat seluruh rakyat Indonesia dan bangsa Indonesia ini, akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Tolong nanti teman-teman wartawan membantu. Anda boleh mengkritisi, tetapi harus membangun. Kita bersama-sama kawal bersama tujuan mulia ini,” ujar Sarjito.
Sarjito resmi menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK untuk periode 2026-2031. Ia mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung Sunarto di Jakarta, Rabu.