Jaga Layanan Investasi & Kepercayaan Klien, Mirae Asset Perkuat Sistem Keamanan
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menginvestasikan hampir Rp10 miliar sepanjang 2026 untuk memperkuat sistem keamanan digital. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan layanan investasi sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap informasi yang dipercayakan nasabah.
Digitalisasi membuat layanan investasi semakin bergantung pada sistem dan infrastruktur teknologi. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk memastikan sistem yang digunakan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman digital.
Penguatan keamanan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah aspek, mulai dari peningkatan teknologi, kesiapan karyawan, hingga penyempurnaan proses pengamanan di lingkungan perusahaan.
Head of IT Security & GRC PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rusdi Budiman mengatakan, penguatan keamanan harus menjawab kebutuhan yang nyata yakni menjaga keandalan layanan dan melindungi informasi yang dipercayakan kepada perusahaan.
“Karena itu, kami mengembangkan kemampuan karyawan, memperkuat mekanisme pengamanan, dan meningkatkan teknologi sebagai satu program yang saling mendukung,” ujar Rusdi.
Membangun Kesadaran Keamanan dari Lingkungan Kerja
Salah satu perhatian Mirae Asset berada pada kesiapan karyawan dalam menghadapi ancaman digital. Perusahaan memberikan edukasi keamanan yang disesuaikan dengan peran karyawan, termasuk pemahaman mengenai phishing, yaitu upaya penipuan melalui pesan atau situs yang menyerupai pihak terpercaya.
Pemahaman tersebut diperkuat melalui simulasi yang dirancang untuk menguji kewaspadaan karyawan dalam aktivitas sehari-hari. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menemukan aktivitas mencurigakan.
Evaluasi dan pelatihan lanjutan kemudian dilakukan untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat. Dengan cara tersebut, keamanan tidak hanya ditempatkan sebagai tanggung jawab tim teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan kerja di lingkungan perusahaan.
“Kami ingin karyawan tahu apa yang perlu diperhatikan dan apa yang harus dilakukan ketika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Melalui simulasi dan evaluasi, kami dapat melihat bagian yang perlu diperkuat, lalu memberikan pelatihan lanjutan yang sesuai,” kata Rusdi.
Mempercepat Deteksi dan Penanganan Risiko
Kesiapan sumber daya manusia kemudian didukung dengan penguatan proses pengamanan. Mirae Asset meningkatkan koordinasi dalam pengaturan akses internal, pembaruan keamanan perangkat, serta pemantauan dan respons terhadap ancaman.
Perusahaan mengembangkan Security Operations Center (SOC) untuk membantu memantau aktivitas keamanan, menganalisis peringatan, dan mengoordinasikan tindak lanjut terhadap potensi ancaman.
Pengelolaan perangkat secara terpusat juga dilakukan untuk membantu perusahaan memahami kondisi perangkat dan sistem yang digunakan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dan menentukan prioritas penanganan.
“Arah pengembangannya adalah agar tim dapat mengenali indikasi ancaman lebih dini, menilai prioritasnya, dan mengoordinasikan penanganan dengan lebih cepat. Pemantauan yang terpusat perlu didukung mekanisme tindak lanjut yang jelas agar setiap temuan dapat ditangani secara tepat,” jelas Rusdi.
Memperkuat Fondasi Teknologi Layanan
Di sisi teknologi, Mirae Asset memperkuat perlindungan terhadap jaringan, aplikasi, perangkat kerja, dan server. Pengembangan tersebut mencakup perlindungan terhadap serangan yang berpotensi mengganggu ketersediaan layanan serta peningkatan kemampuan dalam mendeteksi ancaman pada perangkat.
Pengamanan akses internal juga diperkuat melalui autentikasi berlapis dan pemisahan jaringan. Langkah ini ditujukan untuk memperketat akses terhadap sumber daya perusahaan sekaligus membatasi potensi penyebaran gangguan di lingkungan internal.
Berbagai pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga layanan investasi tetap dapat diandalkan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap informasi yang dipercayakan nasabah.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui tiga aspek yang saling berkaitan, yakni People, Process, dan Platform. Ketiganya menjadi dasar bagi Mirae Asset untuk membangun kesiapan keamanan secara menyeluruh, mulai dari orang yang menjalankan sistem, proses yang mengatur pengamanan, hingga teknologi yang menopang pelayanan.
Dengan investasi hampir Rp10 miliar pada 2026 dan pengembangan yang dilakukan secara bertahap, Mirae Asset menempatkan keamanan digital sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan sekaligus menghadapi perubahan ancaman di lingkungan investasi digital.