Gubernur BI: Indonesia Jauh dari Ancaman Resesi Ekonomi

Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. Ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan tumbuh di kisaran 5-5,4% dan jauh dari ancaman resesi.
19/9/2019, 18.42 WIB

Ancaman resesi ekonomi belakangan ini menghantui banyak negara di dunia. Salah satu negara yang telah masuk ke dalam jurang resesi adalah Turki.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, Indonesia saat ini jauh dari ancaman resesi. Resesi, menurut dia, terjadi jika ekonomi suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal berturut-turut.

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut dia, pada tahun ini diperkirakan berada di bawah batas tengah kisaran 5% - 5,4% atau di bawah 5,2%. Ia pun memperkirakan pada tahun depan, pertumbuhan ekonomi akan berada di bawah batas tengah kisaran 5% - 5,5%.

"Jadi (Indonesia) tidak termasuk definisi resesi. Jelas ya," ujar Perry dalam konferensi pers di Kantornya, Kamis (19/9).

(Baca: Inflasi dan Rupiah Stabil, BI Diprediksi Pangkas Lagi Bunga Acuan)

Perry mengaku tetap optimis dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut meski kondisi ekonomi global tengah bergejolak antara lain akibat lonjakan harga minyak dunia. 

Harga minyak memang sempat melejit 15% usai serangan drone ke kilang Aramco terjadi Sabtu (14/9) lalu. Namun harga mulai turun 6% pada Selasa (17/9) setelah menteri energi Arab Saudi mengatakan pasokan minyak telah diamankan.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria