Indonesia dan Singapura Pererat Kerja Sama Ekonomi, Fokus KEK hingga Pariwisata

Youtube Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong memberikan keterangan pers usai The 16th Ministerial Meeting of the Six Working Groups, di Jakarta, pada Selasa (9/6).
9/6/2026, 16.56 WIB

Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi bilateral di berbagai sektor strategis. Salah satu fokus utama kerja sama itu adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), serta ekspansi Nongsa Digital Park.

“Kerja sama di BBK pada tahun 2025 mencatatkan investasi sebesar US$ 5,7 miliar (Rp 102,1 triliun, kurs Rp 17.914 per US$) dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (9/6).

Dalam konferensi pers tersebut, Airlangga didampingi Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong, yang berkunjung ke Jakarta untuk menghadiri Pertemuan Menteri Enam Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Singapura-Indonesia ke-16 (6WG MM).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama ekonomi bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari kawasan ekonomi khusus, investasi, ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis, hingga pariwisata.

Airlangga mengatakan pengembangan Batam Free Trade Zone juga diperluas dari sebelumnya delapan pulau menjadi 22 pulau. Selain itu, Nongsa Digital Park akan terus dikembangkan untuk mendukung ekspansi sektor digital.

Di sektor investasi, Airlangga menyebut Kendal Industrial Park di Jawa Tengah akan diperluas dengan tambahan lahan 1.000 hektare dan diarahkan untuk memiliki status kawasan ekonomi khusus. Kendal Industrial Park merupakan kawasan industri hasil patungan (joint venture) antara PT Jababeka Tbk dan pengembang asal Singapura, Sembcorp Development.

Kerja sama kedua negara juga diperluas di bidang energi hijau, termasuk realisasi proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 200 megawatt di Sulawesi Tengah, serta pengembangan green energy di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun.

Digital Economic Framework 

Di bidang ketenagakerjaan, kedua negara memperdalam program pertukaran talenta muda melalui Youth Mobility Program yang memungkinkan generasi muda Indonesia dan Singapura mempelajari pengembangan talenta digital di kedua negara.

Airlangga mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan target penyelesaian digital economic framework pada ASEAN Summit tahun ini.

“Kami berharap digital economic framework yang diusung, diawali dalam ASEAN Meeting di Jakarta diharapkan nanti di Bali pada saat itu dan diharapkan ini bisa terus dilanjutkan,” katanya.

Di sektor transportasi, Singapura saat ini telah melayani penerbangan ke 17 kota di Indonesia, termasuk pembukaan rute baru Scoot menuju Belitung dan Pontianak. Pemerintah Indonesia juga mengapresiasi kerja sama Garuda Indonesia dengan Singapore Airlines.

Sementara itu, di bidang agribisnis, kedua negara tengah menyiapkan roadmap kerja sama 2026-2030 dengan 13 potensi kolaborasi, termasuk pengembangan pertanian berbasis teknologi internet of things (IoT) dan drone.

Saat ini, terdapat 13 anak muda Indonesia yang belajar teknologi pertanian modern di Singapura untuk menciptakan generasi inovator baru di sektor pertanian.

Di sektor pariwisata, Airlangga mencatat sekitar 2,44 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Singapura setiap tahun, sedangkan sekitar 1,5 juta warga Singapura berkunjung ke Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan, termasuk pengembangan kawasan sekitar Labuan Bajo,” ujarnya.

Indonesia Mitra Penting bagi Singapura

Dalam kesempatan yang sama, Gan Kim Yong menegaskan hubungan bilateral Singapura dan Indonesia menjadi semakin penting di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, termasuk perubahan rantai pasok dunia dan meningkatnya tensi geopolitik.

“Hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura menjadi semakin penting di tengah perubahan global yang cepat,” kata Gan Kim Yong.

Ia menambahkan investasi Singapura ke Indonesia tetap kuat sepanjang 2025 dengan nilai foreign direct investment (FDI) mencapai sekitar US$ 17,4 miliar (Rp 311,7 triliun)

Gan juga mengatakan Singapura berkomitmen untuk tetap menjadi mitra ekonomi yang andal dan berkelanjutan bagi Indonesia.

“Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam ketahanan rantai pasok karena rantai pasok yang tangguh sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi bahkan dalam kondisi global yang penuh tantangan,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah