Suahasil Ungkap Modus Impor Ilegal: Ubah Nomor HS untuk Kelabui Bea Cukai
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan modus yang digunakan dalam praktik penyelundupan barang impor ilegal. Salah satunya, dengan mengubah nomor Harmonized System (HS) dan jenis barang dalam pemberitahuan impor.
“Ini merupakan alert dari teman-teman di lapangan, karena ada teknologinya,” kata Suahasil saat konferensi pers penindakan impor ilegal beras, garam, dan balpres di Kantor Pusat DJBC, Jakarta Timur, Selasa (22/9).
Ia menjelaskan, sistem pengawasan Bea Cukai dapat memberikan alert ketika terdapat perubahan dalam pemberitahuan impor. Jika terdapat perubahan yang mencurigakan, aparat dapat melakukan pengecekan terhadap barang tersebut.
“Pemberitahuan impornya diubah. Nah kalau diubah, itu alert. Lalu lakukan pengecekan,” katanya.
Suahasil mengatakan, penguatan pengawasan impor tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi harus mengombinasikan sumber daya manusia, teknologi, dan perbaikan proses bisnis.
Menurutnya, pemeriksaan kontainer satu per satu tidak memungkinkan dilakukan mengingat besarnya skala arus barang yang masuk ke Indonesia. Karena itu, penggunaan teknologi seperti X-ray serta kemampuan memilih kontainer yang perlu diperiksa menjadi penting.
“Kita perkuat X-ray, itu teknologi, tapi harus dilakukan dengan benar. Memilih kontainer yang akan dicek, melakukan pengamatan, bahkan juga melakukan intelligence dengan betul,” katanya.
Selain teknologi, Suahasil menekankan pentingnya integritas aparat pengawasan di lapangan. Ia meminta seluruh aparat bekerja secara tertib, disiplin, meningkatkan kompetensi, dan menjaga integritas.
“Tidak mungkin membersihkan kalau yang membersihkan itu tidak bersih,” kats dia.
Di sisi lain, Suahasil mengingatkan penguatan pengawasan impor tidak boleh menghambat arus barang legal yang dibutuhkan perekonomian. Menurut dia, sebagian besar barang impor merupakan input produksi maupun barang untuk konsumsi masyarakat.
“Tidak boleh memperlama proses pengawasan, tetapi harus tetap aman. Karena itu kombinasi dari sumber daya manusia, teknologi, dan cara kerja yang terus kita perbaiki menjadi kunci dari pengawasan yang makin baik ke depannya,” kata Suahasil.