Menkeu Suahasil Lapor Prabowo: Pendapatan Negara 2027 Ditarget Rp 3.400 Triliun

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./nym.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama di Lingkungan Kementerian Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Kementerian Keuangan melantik sebanyak 14 pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat pada Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Lingkungan Kementerian Keuangan.
30/9/2026, 21.32 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, melapor ke Presiden Prabowo Subianto soal target pendapatan negara Rp 3.400 triliun lebih dan belanja Rp 4.100 triliun dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. 

“Saya melaporkan jumlah pendapatan negara yang perlu dikumpulkan dan juga jumlah belanja,” kata Suahasil sesuai memenuhi panggilan Prabowo di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (30/9).

Menurut Suahasil, Prabowo diperintahkan untuk menjaga kredibilitas APBN sekaligus menjalankan efisiensi anggaran secara terukur agar belanja negara dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain mengarahkan penggunaan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial, pemerintah berkomitmen untuk mengoptimalkan alokasi anggaran untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

“Saya melaporkan mengenai pentingnya terus menjaga kondisi ekonomi, termasuk juga berbagai macam penguatan bantuan-bantuan yang diperlukan untuk situasi saat ini,” ujarnya.

Selain mengandalkan APBN, pemerintah akan memperkuat peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mendukung investasi. Menurut Suahasil, pemerintah akan membagi peran antara APBN dan Danantara dalam menjalankan kebijakan ekonomi.

APBN akan membiayai pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, dan operasional pemerintahan. Sementara itu, Danantara akan menjalankan fungsi investasi untuk pengembangan berbagai proyek strategi. “Jadi, ibaratnya Danantara dan APBN itu saling berkolaborasi, berbagi tugas supaya menjaga perekonomian Indonesia,” kata Suahasil.

Pada kesempatan serupa, Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengatakan, belum ada rencana untuk menyetorkan dividen ke kas negara.

Dony menyampaikan Danantara masih berencana menggunakan sumber daya yang dikelola untuk membiayai berbagai proyek investasi, termasuk proyek hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja. “Sampai sejauh ini belum ada ya, saya rasa enggak. Danantara mau membangun banyak proyek hilirisasi dan membuka lapangan pekerjaan,” kata Dony di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (30/9).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu