Mobil Murah, Dicaci Dan Dicari

Donang Wahyu|KATADATA
Penulis:
Editor: Donang Wahyu
7/7/2014, 17.34 WIB

Meskipun banyak menuai pro dan kontra, kehadiran low cost green car atau mobil murah ramah lingkungan (LCGC) tetap banyak diminati masyarakat. Hal tersebut terbukti dari jumlah pesanan dan animo masyarakat dalam ajang  pameran otomotif tahunan Indonesia International Motor Show (IIMS) yang di gelar di Jakarta International Expo 19-29 September 2013. Pabrikan Toyota misalnya menyebutkan jumlah pemesanan mobil  Agya hingga 17 September 2013 sudah mencapai 18.616 unit.

Kebijakan pemerintah mengenai LCGC dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dilapangan. Selain harganya yang tidak bisa dibilang murah bagi kantong sebagian besar masyarakat, program ini juga berlawanan dengan kebijakan pemerintah yang ingin menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Alhasil, akan menambah beban anggaran pemerintah.

Sebagian besar target pasar dari mobil murah adalah rakyat menengah ke bawah yang ulang-alik di kota-kota besar. Data penjualan mobil cc kecil juga menunjukan bahwa penjualan justru sangat kuat di perkotaan dan bukan pedesaan atau daerah.

Mobil murah akan meningkatkan konsumsi yang tidak perlu dari rakyat kecil. Mereka seharusnya memperoleh transportasi umum yang murah. Mobil murah justru akan menguntungkan pengusaha otomotif dan perusahaan pembiayaan dengan mendorong rakyat kecil menjadi lebih konsumtif. 

Foto & Teks: Donang Wahyu/KATADATA

Reporter: Donang Wahyu