PAFI Buka Rahasia Atasi Nyeri Otot yang Tak Kunjung Sembuh

Freepik (EyeEm)
Dengan dukungan dari PAFI, kenali penyebab dan temukan solusi tepat untuk mengatasi nyeri otot yang tak kunjung sembuh.
18/4/2025, 12.23 WIB

Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satu yang sering dialami adalah nyeri otot. Nyeri otot atau myalgia dapat dialami oleh segala usia. Nyeri otot yang ringan, tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri. Namun, beberapa orang pernah mengalami nyeri otot yang tak kunjung sembuh sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera. Prevalensi nyeri otot di Indonesia berkisar 45 persen.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), dengan alamat website https://pafipalangkarayakota.org, adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. PAFI berusaha untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota melalui program pendidikan, pelatihan, serta seminar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ahli farmasi selalu mengetahui perkembangan terbaru, terutama bidang farmasi.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab nyeri otot tak kunjung sembuh, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya nyeri otot tak kunjung sembuh?

Secara umum, nyeri otot merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri atau sakit pada otot. Nyeri ini dapat mempengaruhi sebagian kecil otot di area tertentu atau seluruh tubuh. Gejala umumnya meliputi rasa kaku, kram, tertarik, berat, atau lemah pada otot. Berikut adalah beberapa faktor penyebab nyeri otot tak kunjung sembuh yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya cedera otot
Cedera otot yang tidak sembuh sepenuhnya dapat menyebabkan nyeri otot yang berkepanjangan. Hal ini sering terjadi jika cedera tidak diobati dengan benar atau jika seseorang kembali beraktivitas fisik terlalu cepat. Cedera otot dapat berupa strain otot, tendonitis, atau ruptur otot, dan memerlukan waktu yang cukup untuk pemulihan.

2. Adanya infeksi virus
Infeksi virus seperti flu atau penyakit Lyme dapat menyebabkan nyeri otot yang persisten. Dalam beberapa kasus, nyeri otot dapat bertahan lama setelah infeksi awal telah sembuh. Hal ini karena tubuh memerlukan waktu untuk sepenuhnya pulih dari efek sampingan infeksi.

3. Gangguan elektrolit
Kekurangan kalium (hipokalemia) atau kalsium dapat menyebabkan nyeri otot. Keseimbangan elektrolit yang tepat sangat penting untuk fungsi otot yang normal. Mengonsumsi makanan yang seimbang dan memantau kadar elektrolit dapat membantu mencegah kondisi ini.

4. Stres dan kesehatan mental
Stres dapat memperburuk kondisi nyeri otot dan membuatnya lebih sulit sembuh. Stres kronis dapat meningkatkan ketegangan otot dan memperburuk gejala nyeri. Selain itu, Kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga dapat mempengaruhi persepsi nyeri dan membuatnya lebih sulit diatasi. Pengobatan untuk kondisi mental ini dapat membantu mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati nyeri otot tak kunjung sembuh?

PAFI telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab nyeri otot tak kunjung sembuh. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala nyeri otot tak kunjung sembuh serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Paracetamol
Paracetamol adalah obat yang dapat meredakan nyeri dan menurunkan demam tanpa efek anti-inflamasi. Paracetamol adalah pilihan yang baik jika ingin menghindari efek samping pada lambung yang sering terjadi dengan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID). Untuk dosisnya, apoteker akan meresepkan mengonsumsi maksimum 4000 mg per hari untuk orang dewasa, dengan dosis umum 500-1000 mg setiap 4-6 jam.

2. Ibuprofen
Ibuprofen merupakan obat yang dapat meredakan nyeri dan peradangan, sehingga efektif untuk nyeri otot yang disertai peradangan. Ibuprofen juga dapat membantu mengurangi demam. Dosis umumnya berkisar 200-400 mg setiap 4-6 jam. Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi risiko iritasi lambung.

3. Naproksen
Obat ini dapat meredakan nyeri dan peradangan dengan efek lebih kuat dari ibuprofen, tetapi memiliki durasi kerja yang lebih lama. Naproksen sering digunakan untuk kondisi yang memerlukan pengobatan jangka panjang.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengobati nyeri otot tak kunjung sembuh seperti lebih banyak minum air putih, mengelola stres, dan memperbaiki pola makan juga dapat membantu mencegah nyeri otot di masa depan. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan dosis obat yang sesuai kebutuhan.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafipalangkarayakota.org melalui smartphone Anda.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.