Riset kolaboratif Indonesia–Australia bertajuk MyINDAH Diet menghadirkan solusi digital untuk mendorong pola makan sehat dan berkelanjutan, khususnya di kawasan perkotaan dan peri-perkotaan Pulau Jawa. Proyek ini didukung KONEKSI, kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia.
Temuan dan pendekatan riset tersebut dipaparkan dalam diskusi Connect! #10 bertajuk “Powering Healthy and Sustainable Diets Through Inclusive Digital Transformation” di Jakarta (25/2).
MyINDAH Diet—akronim dari Solusi Digital yang Inklusif untuk Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan serta Ketahanan Pangan—dikembangkan sebagai platform berbasis komunitas. Platform ini menyusun profil gizi dan analisis rantai pasok untuk membantu masyarakat memilih makanan sehat sesuai kebutuhan lokal. Pendekatannya memanfaatkan data, cerita lapangan, dan pemodelan untuk mengidentifikasi faktor pendukung maupun penghambat pola makan sehat, terutama pada kelompok rentan.
Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri yang diwakili oleh Perencana Ahli Pertama Direktorat Pendidikan Tinggi dan IPTEK Wening Aulia Zulkarnain menegaskan bahwa transformasi sistem pangan harus dilakukan secara menyeluruh dan inklusif.
Menurut Bappenas, Indonesia saat ini menghadapi tantangan ganda; di satu sisi, kita masih berjuang melawan malnutrisi dan stunting, sementara di sisi lain muncul tren obesitas dan konsumsi pangan olahan berlebih. Diperlukan pendekatan yang lintas sektor, berbasis data, dan inklusif.
“Kegiatan seperti Connect! #10 ini menjadi contoh nyata dari model kemitraan pengetahuan yang diharapkan dapat memperkuat siklus knowledge-to-policy dan knowledge-to-innovation, agar hasil riset tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar berkontribusi pada kebijakan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Wening.
Sejak dimulai pada 2024, MyINDAH Diet bukan sekadar proyek penelitian, tetapi gerakan kolaboratif yang menyatukan akademisi dan praktisi yang bekerja di berbagai bidang, mulai dari nutrisi dan pertanian hingga teknologi, kebijakan, dan ilmu sosial.
Sejak dimulai pada 2024, MyINDAH Diet melibatkan sembilan lembaga dari Indonesia dan Australia, antara lain The University of Queensland, Monash University, Badan Riset dan Inovasi Nasional, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Center for Indonesian Policy Studies, dan Parti Gastronomi.
Riset dilaksanakan di berbagai wilayah Jawa, seperti Jabodetabek, Bandung Raya, DI Yogyakarta, serta kawasan Gerbangkertosusilo. Peneliti dari The University of Queensland, Risti Permani, menyebut proyek ini tidak semata menonjolkan teknologi, tetapi membangun ekosistem partisipatif dengan melibatkan petani lokal, perempuan, dan kelompok marjinal. Pendekatan tersebut dirancang agar tidak top-down dan tetap kontekstual.
Peneliti The University of Queensland Australia Prof Risti Permani menjelaskan awal mula terciptanya MyINDAH Diet ini. “Riset kolaboratif ini bukan hanya karena ingin mengedepankan sisi teknologi, namun juga pada pembangunan ekosistem yang adil dan partisipatif dengan melibatkan petani lokal, perempuan, serta kelompok marjinal,” ucap Risti.
Hasil awal menunjukkan sejumlah tantangan utama, mulai dari dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan hingga tingginya food loss and waste. Karena itu, riset juga menggandeng pemerintah daerah dan pembuat kebijakan agar rekomendasi dapat diterjemahkan menjadi program yang aplikatif.
Kembali ke Pangan Lokal
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan satu dari lima balita masih mengalami stunting, sementara 37,8 persen orang dewasa tergolong kelebihan berat badan. Kondisi ini mencerminkan beban gizi ganda yang dihadapi Indonesia.
Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat kembali pada pola gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal. Pergeseran konsumsi dari bahan pangan segar ke makanan siap saji dinilai turut meningkatkan risiko masalah gizi.
Dalam diskusi tersebut, perusahaan solusi digital kesehatan SIRKA juga memaparkan pemanfaatan teknologi untuk menyediakan panduan meal plan sesuai pedoman ahli gizi. Pendekatan ini dinilai dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat.
Melalui pendekatan kolaboratif dan transformasi digital yang inklusif, MyINDAH Diet diharapkan memperkuat kebijakan berbasis bukti serta mendorong implementasi pola makan sehat dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun daerah.