Televisi masih menjangkau 80% masyarakat Indonesia, melampaui adopsi smartphone yang mencapai 76%. Di tengah konsumsi media yang semakin terfragmentasi, tantangan utama bagi pemasar kini bukan lagi memilih platform, melainkan mengukur efektivitas kampanye di berbagai kanal.

Temuan tersebut disampaikan Commercial President Nielsen Asia Pacific (APAC), Matty Lin, dalam sesi Decoding the Fragmented Future: Nielsen's Media Outlook 2026 & Beyond pada Asia Pacific Marketing Forum (APMF) 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Berdasarkan data Nielsen yang dipaparkan Matty, masyarakat Indonesia masih menonton televisi rata-rata empat kali dalam sepekan dengan durasi sekitar 2,5 jam per hari.

Survei tahunan Nielsen juga menunjukkan tingkat kepercayaan diri para pemimpin pemasaran dalam memahami perilaku konsumen menurun dari 38% pada 2024 menjadi 32% pada 2025. Sebanyak 79% responden menilai data konsumen yang mereka miliki masih terfragmentasi, sementara 92% mengaku belum memiliki alat ukur yang benar-benar akurat.

Menurut Matty, persoalan utama yang dihadapi industri bukan lagi kekurangan data, melainkan belum adanya sistem pengukuran yang mampu memberikan gambaran utuh mengenai perilaku audiens di berbagai kanal.

"Pengukuran seharusnya bukan menjadi sesuatu yang dipikirkan belakangan atau sekadar evaluasi setelah kampanye selesai. Pengukuran memberikan wawasan yang dapat mendorong tindakan dan menghasilkan dampak nyata bagi bisnis," kata Matty, Rabu (5/8).

Sebagai contoh, Matty memaparkan studi kasus sebuah merek elektronik global dengan anggaran kampanye sebesar US$1 juta. Setelah menerapkan pengukuran lintas layar yang terintegrasi, perusahaan tersebut mampu memangkas pemborosan anggaran hingga 26% akibat paparan iklan berulang di berbagai kanal, sekaligus meningkatkan return on investment (ROI) sebesar 20%.

Matty mengatakan, pertanyaan utama bagi pemasar saat ini bukan lagi platform mana yang paling unggul, melainkan bagaimana mengambil keputusan investasi media secara lebih percaya diri melalui pengukuran yang mampu menggambarkan perilaku audiens di berbagai kanal.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.