Di Langkah Membumi, Cinta Laura Sebut Isu Lingkungan Picu Kesenjangan Ekonomi
Jakarta — Kerusakan lingkungan disebut bakal membuat kesenjangan ekonomi makin lebar. Langkah-langkah sederhana dinilai tetap bermanfaat bagi penyelamatan lingkungan karena berefek domino.
"Masalah lingkungan itu bukan soal hanya tahu fakta berapa banyak pohon yang ditebang atau berapa banyak sampah yang dibakar, tapi [masalah lingkungan] udah menjadi krisis kemanusiaan," kata Cinta Laura Kiehl, yang merupakan Changemaker Partner of Langkah Membumi, dalam acara pembukaan Langkah Membumi Market (LLM), di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
"Seperti aku bilang di awal, [ini] akan membuat kesenjangan ekonomi semakin parah kalau kita diam aja," lanjutnya.
Sejumlah studi membuktikan masalah lingkungan berkorelasi dengan isu kesenjangan.
Riset yang dilakukan para pakar dari University of Pretoria dan Anglia Ruskin University (2023) mengungkap hubungan antara bencana terkait perubahan iklim dan ketimpangan pendapatan di negara maju. Studi dilakukan di 50 negara bagian AS periode 1940 - 2015.
Para peneliti menemukan bahwa peningkatan suhu dapat meningkatkan ketimpangan pendapatan untuk sementara waktu pada tahun pertama. Dampak negatif terhadap ketimpangan kemudian berkurang setelah tiga tahun. Namun, tren penurunan ketimpangan tersebut berbalik lima tahun setelah terjadinya perubahan suhu. Ketimpangan yang lebih parah ditemukan di wilayah yang bergantung pada sektor pertanian atau di daerah yang belum memiliki mitigasi risiko iklim yang memadai.
Senada, riset dari Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) 2023 menunjukkan bencana lingkungan terkait perubahan iklim global lebih berdampak terhadap negara berkembang ketimbang negara maju.
Di negara-negara maju, WMO melaporkan, kerugian ekonomi akibat bencana alam terkait perubahan iklim global dan hidrometeorologi mencapai lebih dari 60%. Namun, dampaknya terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya kurang dari 0,1%.
Di Negara-Negara Kurang Berkembang, 7% dari bencana yang tercatat menimbulkan kerugian ekonomi berdampak setara dengan lebih dari 5% PDB. Beberapa bencana menyebabkan kerugian ekonomi hingga hampir 30%.
Di Negara-negara berkembang dengan geografi kepulauan kecil, 20% dari bencana yang memicu kerugian ekonomi itu berdampak setara dengan lebih dari 5% PDB. Beberapa bencana bahkan menyebabkan kerugian ekonomi melebihi 100% dari PDB.
Karena itu, Cinta mendorong perubahan yang dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana demi penyelamatan lingkungan. Misalnya, mematikan air shower saat memakai sabun dan keramas, memanfaatkan air yang tersisa di botol air mineral, meminimalisasi penggunaan kendaraan berbasis BBM, dan mematikan lampu saat tidak digunakan.
"Tindakan kita itu menjadi chain reaction, domino effect yang tidak hanya berdampak pada fisik kita, tapi berakibat pada kesehatan mental kita. Karena kalau kita sakit, keuangan kita terdampak karena harus membiayai biaya Rumah sakit, perekonomian negara terdampak karena teman-teman tidak bisa produktif," urai Cinta.
Langkah sederhana
Pesan yang sama diangkat dalam ajang Langkah Membumi, salah satu inisiatif Blibli Tiket Action, payung program ESG ekosistem Blibli Tiket. Di tahun kelimanya, Langkah Membumi Market diselenggarakan di Grand Indonesia West Mall, Jakarta, mulai Kamis (8/10/2026) hingga Minggu (11/10/2026).
Jemmy Chayadi, Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, mengatakan, "Menjaga alam dapat dimulai dari aktivitas menyenangkan yang kita nikmati."
Contohnya, mendaki gunung atau hiking di hutan. Selain menikmati indahnya pemandangan, katanya, kita juga bisa belajar secara langsung soal pelestarian habitat macan tutul jawa dan elang jawa. Hal ini juga menjadi salah satu inisiatif Djarum Foundation. Dari langkah sederhana ini, Jemmy menyebut gunung dan hutan bisa ikut lestari, yang otomatis berdampak positif pada perlindungan sumber air warga dan pencegahan banjir di kawasan.
Di tempat yang sama, Head of Marketing & Demand Generation - Samsung Electronics Indonesia Andi Airin mengatakan pihaknya berkontribusi pada pelestarian lingkungan lewat ekonomi sirkular di bidang teknologi. Misalnya, penggunaan material daur ulang, dukungan pembaruan software jangka panjang untuk memperpanjang masa pakai perangkat, hingga program trade-in.
"Kami ingin menunjukkan bahwa better living bisa dimulai dari pilihan sederhana, termasuk bagaimana kita menggunakan dan mengelola teknologi secara lebih bijak,” ujar dia.
Tanpa target angka khusus
Lisa Widodo, COO & Co-Founder Blibli, menjelaskan ajang Langkah Membumi Market ini lebih menargetkan kesadaran (awareness) soal gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Hal ini mempertimbangkan kondisi masyarakat pada umumnya dan evaluasi empat gelaran Langkah Membumi sebelumnya.
"Kita masih di dalam kondisi itu, masih di ranah edukasi. Nanti kita akan melihat karena kita ada mengatur beberapa matrik-matrik yang memang kita anggap ini sudah cukup, mungkin bisa pindah ke stage berikutnya. Tentunya ada beberapa yang lebih advance, kita juga mikirin tentang sirkular ekonomi," tutur dia, saat ditemui di tengah acara.
"Dan kita pengen bahwa awareness ini semakin di semakin dirasakan oleh semua pihak ya, baik itu dari generasi pebisnis seperti kami di Blibli ataupun dari influencer seperti Cinta, maupun juga dari generasi yang lebih muda lagi," imbuhnya.
Alhasil, pihaknya tak menargetkan pencapaian nilai bisnis khusus dari Langkah Membumi Market ini.
"Belum, belum ya. Saya rasa, karena kalau nanti sudah ditargetin value, nanti lupa sama awareness-nya," jawab Lisa.
"Kita memang melihatnya belum sampai kita aktualisasikan pada impact bisnis, karena memang menurut kita stage-nya, statusnya ya, atau kondisinya hari ini tuh masih lebih ke awareness."
"Jadi kayaknya kita merasa belum sampai ke tahap bisa diukur secara bisnis impact yang signifikan. Karena masyarakatnya, pedulinya ternyata, masih perlu diingetin terus," tutup Lisa.
LLM menghadirkan lebih dari 70 brand yang dikurasi dengan berbagai produk yang mendukung gaya hidup lebih ramah lingkungan dalam kategori Food & Beverages, Home & Decoration, Beauty & Care, Fashion & Lifestyle, Community, dan Eco-solution.
Pengunjung juga dapat membeli produk dengan harga diskon lewat program trade-in dengan menukarkan barang-barang lama yang masih layak pakai. Contohnya, sepatu dan ponsel.
Langkah Membumi Market juga menghadirkan 8 Inspiring Talks bersama sejumlah public figur seperti Cinta Laura Kiehl, Luna Maya, Daniel Mananta, Andien, hingga Lisa Widodo. Ada pula 15 eco-workshops untuk belajar langsung soal pengolahan barang tak terpakai.