Cegah Kanker Serviks, Sri Suparni Bahlil Dorong Vaksinasi HPV bagi Perempuan
Bandung – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sri Suparni Bahlil, mengajak perempuan untuk tidak menunggu sakit sebelum memeriksakan kesehatan.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) guna melindungi perempuan dari risiko kanker serviks dan mendeteksi kelainan payudara lebih awal.
Pesan tersebut disampaikan Sri Suparni saat membuka kegiatan vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara bagi ratusan pegawai perempuan di lingkungan Kementerian ESDM di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Namun, di tengah kesibukan menjalankan tanggung jawab sebagai pegawai, ibu, dan istri, tidak sedikit perempuan yang justru mengesampingkan kesehatan dirinya sendiri.
Padahal, kepedulian terhadap kesehatan pribadi menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit serius, termasuk kanker serviks dan kanker payudara, yang kerap terlambat terdeteksi karena kurangnya pemeriksaan sejak dini.
"Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit. Jadi, ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri. Karena kita sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, ini perannya sangat penting. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga akan sehat," ujar Sri Suparni.
Sri Suparni menegaskan bahwa upaya menjaga kesehatan perempuan tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul keluhan atau gejala penyakit. Kesadaran untuk melakukan pencegahan harus dibangun sejak awal melalui edukasi, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Karena itu, ia menginisiasi kegiatan bakti sosial kesehatan perempuan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.
Program tersebut dilaksanakan di empat kota dengan melibatkan total 784 peserta vaksinasi HPV. Rinciannya, sebanyak 446 peserta di Jakarta, 231 peserta di Bandung, 87 peserta di Cepu, dan 20 peserta di Yogyakarta.
Selain vaksinasi HPV, kegiatan tersebut juga menyediakan layanan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS yang diikuti oleh 100 peserta terdaftar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan perempuan di lingkungan Kementerian ESDM, terutama dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan kanker serviks serta deteksi dini kanker payudara.
Di hadapan para peserta, termasuk anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih, Sri Suparni kembali mengingatkan bahwa kanker serviks merupakan salah satu persoalan kesehatan perempuan yang membutuhkan perhatian serius.
Ia menjelaskan bahwa infeksi HPV menjadi salah satu penyebab utama kanker serviks. Oleh sebab itu, vaksinasi HPV merupakan langkah preventif yang penting untuk membantu mengurangi risiko penyakit tersebut.
"Berangkat dari kepedulian kita terhadap kesehatan perempuan, khususnya pentingnya pencegahan kanker serviks yang merupakan salah satu masalah kesehatan perempuan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena salah satu penyebab utamanya adalah infeksi HPV," jelas Sri Suparni.
Melalui kegiatan ini, Sri Suparni berharap semakin banyak perempuan menyadari bahwa menjaga kesehatan diri bukan sekadar kebutuhan pribadi, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kesejahteraan keluarga.
Kesadaran tersebut dinilai penting mengingat perempuan sering kali menjadi sosok yang berperan besar dalam mendampingi, merawat, dan memastikan kesehatan anggota keluarga.
Dengan demikian, vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan sejak dini diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan, bukan hanya ketika terdapat kegiatan bakti sosial atau peringatan tertentu.
Selain mengampanyekan pentingnya kesehatan perempuan, Sri Suparni Bahlil juga mengajak rombongan SERUNI Kabinet Merah Putih memperluas wawasan mengenai sejarah bumi dan kekayaan sumber daya alam Indonesia.
Usai mengikuti rangkaian vaksinasi HPV dan pemeriksaan SADANIS, rombongan yang dipimpin Sri Suparni mengunjungi Museum Geologi Bandung.
Kedatangan rombongan disambut Kepala Museum Geologi, Raden Isnu Hajar Sulistyawan, yang memberikan penjelasan mengenai berbagai koleksi dan informasi kebumian yang tersimpan di museum tersebut.
Dalam kunjungan itu, anggota SERUNI mendapatkan kesempatan mengenal proses pembentukan bumi, keragaman fenomena geologi, hingga potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
Kegiatan edukasi tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran ilmu geologi dalam membaca kondisi alam serta mengenali kekayaan geologi Nusantara.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan dan edukasi, rangkaian kegiatan SERUNI Kabinet Merah Putih bersama DWP Kementerian ESDM di Bandung turut diisi dengan kegiatan sosial.
Sri Suparni bersama rombongan berinteraksi dengan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) sekaligus menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 tidak hanya menjadi momentum bagi sektor energi dan pertambangan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kesadaran kesehatan perempuan, serta memperluas edukasi mengenai kekayaan alam Indonesia.