Kegiatan diplomatik Indonesia kini melibatkan hewan peliharaan pemimpin negara lain. Ini terlhat dari kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan pada awal April lalu..
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo disambut Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Di sela-sela obrolannya, Prabowo memberikan hadiah kalung anjing dan syal warna-warni bermotif garis dengan tulisan “Bobby” untuk anjing peliharaan Lee.
Nama anjing Lee Jae Myung serupa Bobby Kertanegara, kucing peliharaan Prabowo.
“Ini untuk Bobby,” kata Prabowo 1 April lalu sambil menunjukkan kotak hadiah. Di dalamnya, juga dilengkapi foto Lee Jae Myung yang sedang membaca dan ditemani anjing peliharaannya.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebutnya sebagai diplomasi anabul atau anak berbulu. Anabul belakangan kerap digunakan untuk menyebut hewan peliharaan yang berbulu seperti kucing dan anjing. Teddy menilai, model diplomasi ini akan membekas di hati.
“Diplomasi tidak hanya sekedar rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antar pemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati,” kata Teddy 1 April lalu, dikutip dari situs Sekretariat Presiden.
Sebelumnya, Indonesia juga sempat lakukan diplomasi satwa via peminjaman komodo ke Jepang dengan skema breeding loan. Peminjaman ini merupakan upaya melindungi populasi komodo dengan membentuk populasi cadangan di luar negeri.
“Kerja sama ini bukan karena Indonesia tidak mampu, melainkan bagian dari strategi konservasi modern untuk memperkuat perlindungan komodo melalui kolaborasi internasional,” kata Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir kepada Katadata 1 April lalu.