Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) terbaru per 26 Agustus 2026. Dengan tambahan dua korban jiwa, kini korban jiwa bencana gempa NTT menjadi 105 orang.
Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut kini sudah terjadi penurunan jumlah pengungsi secara signifikan.
"Kami juga perlu menyampaikan bahwa untuk korban luka-luka saat ini bertambah 12 dari data yang kami peroleh, sehingga menjadi 1.678, dan tetap yang terbanyak adalah di Manggarai Timur, disusul dengan Manggarai," jelasnya dalam siaran Youtube BNPB 26 Agustus kemarin.
Gempa di NTT merupakan satu dari sekian banyak kejadian gempa yang terjadi di kawasan cincin api (ring of fire) dalam dua bulan ke belakang. 7 Juni lalu, gempa dengan magnitudo 7,8 juga terjadi di Mindanao, Filipina. Gempa ini tercatat menelan korban hingga 37 jiwa dan menimbulkan kerugian sekitar Rp191,3 miliar.
Setelahnya 17 dan 28 Juli juga terjadi gempa di Chiapas, Meksiko dan Prefektur Kumamoto, Jepang. Di Chiapas, gempanya bermagnitudo 7,3. Sementara di Kumamoto, gempanya bermagnitudo 7,1 dan menelan korban jiwa hingga 39 orang.
Lima hari sebelum gempa NTT, juga terjadi gempa di wilayah Choco, Kolombia. Gempa dengan magnitudo 7,7 ini menelan korban jiwa hingga 329 orang dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai ±Rp331 triliun.
Lima gempa itu bahkan masuk menjadi 5 dari 10 gempa terbesar yang pernah terjadi di sepanjang tahun 2026. Kawasan cincin api memang menjadi rawan gempa akibat pertemuan 8 lempeng bumi, ini memicu frekuensi aktivitas seismik yang tinggi.