Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?

Pixabay
Ilustrasi gerhana matahari total
Penulis: Zora Anjani
Editor: Safrezi
12/8/2026, 16.34 WIB

Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi hari ini, Rabu, 12 Agustus 2026. Fenomena astronomi langka ini menarik perhatian karena Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari dari wilayah yang berada di jalur totalitas.

Lantas, apakah Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 bisa terlihat di Indonesia? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena tersebut tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia.

Jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Meski tidak dapat dilihat dari Indonesia, rangkaian Gerhana Matahari Total tetap berlangsung dan waktunya dapat dikonversikan ke Waktu Indonesia Barat (WIB).

Berikut jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 berdasarkan keterangan BMKG:

  • Awal gerhana sebagian (P1): 22.34 WIB, 12 Agustus 2026

  • Awal gerhana total (U1): 23.57 WIB, 12 Agustus 2026

  • Puncak gerhana: 00.45 WIB, 13 Agustus 2026

  • Gerhana berakhir sepenuhnya: 02.57 WIB, 13 Agustus 2026

Meskipun rangkaian gerhana dimulai pada malam 12 Agustus menurut waktu Indonesia, posisi wilayah Indonesia tidak memungkinkan fenomena tersebut diamati dari permukaan Bumi di Tanah Air.

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat dari Indonesia

BMKG menjelaskan bahwa jalur lintasan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melewati wilayah Indonesia. Selain itu, fase gerhana berlangsung ketika sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kondisi malam hari.

Wilayah yang berkesempatan menyaksikan GMT secara langsung berada di kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara. Jalur totalitas mencakup sejumlah wilayah seperti Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Spanyol, dan sebagian Portugal.

Karena Indonesia tidak berada di jalur totalitas maupun wilayah yang dapat mengamati fase gerhana tersebut, masyarakat di Tanah Air tidak perlu mencari lokasi pengamatan untuk menyaksikan GMT secara langsung.

Mengapa Gerhana Matahari Total Tidak Bisa Dilihat dari Indonesia?

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus pada fase Bulan Baru. Dalam kondisi tersebut, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga piringan Matahari dapat tertutup seluruhnya jika pengamat berada di jalur bayangan inti atau umbra.

Namun, bayangan Bulan yang menyebabkan gerhana tidak selalu melewati wilayah Indonesia. Pada Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, jalur bayangan inti berada di kawasan belahan Bumi utara.

Wilayah di luar jalur totalitas tetapi masih berada dalam bayangan samar atau penumbra dapat mengalami Gerhana Matahari Sebagian. Sementara Indonesia berada di luar wilayah yang dapat mengamati rangkaian gerhana tersebut.

Cara Menyaksikan Gerhana Matahari Total dari Indonesia

Masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 melalui siaran langsung daring. BMKG menyarankan masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena tersebut untuk mengikuti kanal resmi NASA.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah jalur gerhana, pengamatan Matahari harus dilakukan dengan perlindungan mata yang sesuai. BMKG mengingatkan agar Matahari tidak dilihat secara langsung tanpa pelindung karena dapat membahayakan mata. Penggunaan kacamata khusus dengan filter Matahari menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk mengamati gerhana secara aman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.