Fakta-Fakta Film Kuasa Gelap Perjanjian Darah, Angkat Horor Eksorsisme
Industri perfilman Indonesia kembali memperluas lanskap tayangan horor nasional lewat sekuel yang sangat dinantikan publik. Setelah sukses meraih 1,4 juta penonton pada seri perdananya pada 2024, rumah produksi Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment resmi merilis karya sekuel bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini dijadwalkan mengudara secara serentak di seluruh jaringan bioskop Tanah Air mulai 8 Oktober 2026.
Film ini tetap konsisten mengusung genre horor eksorsisme ritual Gereja Katolik, yang dipadukan dengan eksplorasi mitologi dan konflik sejarah keluarga. Diproduseri oleh Robert Ronny, sekuel ini dikembangkan dengan skala produksi yang jauh lebih besar, termasuk pemanfaatan format teknologi sinema IMAX guna memberikan pengalaman yang mendalam bagi para penonton.
Publik dapat menyimak ulasan mengenai Fakta-Fakta Film Kuasa Gelap Perjanjian Darah berikut sebelum menyaksikan penayangannya di layar lebar.
Fakta-Fakta Film Kuasa Gelap Perjanjian Darah: Mengangkat Eksorsisme Katolik dan Teror Iblis Kuno Rephaim
Berbeda dengan film pertama yang mengangkat tema pengusiran setan skala lokal, sekuel ini memperluas cakupan teror mistis hingga melibatkan entitas kegelapan kuno tingkat tinggi. Alur menceritakan kembali perjuangan Romo Thomas (diperankan oleh Jerome Kurnia) dan Romo Rendra (Lukman Sardi) yang harus melakukan ritual pengusiran setan terhadap korban baru.
Dalam edisi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, sosok yang menjadi korban kesurupan adalah seorang pemuda bernama Daniel (Venly Arauna). Teror tersebut dipicu oleh kegagalan sebuah ritual kuno di kota terpencil yang melibatkan perjanjian darah serta praktik pesugihan leluhur.
Entitas iblis yang harus dihadapi oleh kedua romo tersebut adalah Rephaim, sosok iblis kuno berdaya hancur tinggi yang tidak hanya mengancam jiwa korban, melainkan juga keselamatan orang-orang di sekitarnya, termasuk Nia (Keysha Angelica) yang menjadi kekasih Daniel.
Kolaborasi Aktor Senior dan Bintang Muda Tanah Air di Film Kuasa Gelap Perjanjian Darah
Kekuatan narasi dalam sinematografi ini didukung oleh jajaran pemeran lintas generasi yang memperkuat kedekatan emosional antar karakter. Kehadiran aktor senior yang beradu akting dengan jajaran talenta muda memberikan kedalaman performa pada setiap adegan ritual eksorsisme yang menegangkan.
Jajaran pemain utama dalam proyek film ini meliputi:
Lukman Sardi sebagai Romo Rendra
Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas
Ferry Salim sebagai Halim
Febby Febiola sebagai Linda
Venly Arauna sebagai Daniel
Keysha Angelica sebagai Nia
Lydia Kandou
Sisca Saras
Kiki Narendra
Faiz Vishal
Latar Belakang dan Konflik Masa Lalu Romo Rendra
Selain menyajikan teror kesurupan yang mencekam, pengembangan skenario film ini memberi ruang pada kilas balik masa kecil para karakter utama. Penonton diajak melihat latar belakang kehidupan Romo Rendra tatkala tumbuh di sebuah panti asuhan yang dikelola oleh pihak susteran.
Masa lalu Romo Rendra diwarnai oleh insiden tragis yang melibatkan dua sahabat kecilnya, yaitu Halim dan Yanto. Sebuah perkelahian di kawasan pelabuhan mengakibatkan Yanto tenggelam di laut hingga meninggal dunia. Peristiwa masa lalu tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan kehidupan dewasa Romo Rendra dengan Halim, yang kini menjadi pengusaha sukses dan merupakan ayah dari Daniel.
Peningkatan Skala Produksi dan Format Layar IMAX
Kesuksesan distribusi film pertama di 53 negara menjadi modal utama bagi tim produksi untuk menghadirkan pengalaman audio visual yang lebih imersif.
Proses penggarapan visual dilakukan dengan memanfaatkan teknologi IMAX untuk memaksimalkan detail adegan ritual, efek rias prostetik, hingga tata suara yang menggelegar.
Penggunaan teknologi ini menjadikan film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sebagai salah satu pelopor tayangan horor eksorsisme lokal yang dioptimalkan untuk format layar lebar berskala internasional.
Jadwal Rilis Resmi di Bioskop Indonesia
Penayangan perdana film horor eksorsisme ini dipastikan menyapa para pencinta film nasional pada awal kuartal keempat tahun ini. Pihak rumah produksi menetapkan tanggal rilis serentak di seluruh bioskop reguler maupun jaringan IMAX Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Kehadiran film ini menambah ragam pilihan tayangan berkualitas bagi publik penikmat film horor di bioskop. Menggabungkan unsur ritual keagamaan yang risetnya dilakukan secara mendalam, misteri perjanjian darah keluarga, serta jajaran pemain berkualitas, film ini siap menjadi salah satu judul yang paling dinantikan dalam peta industri sinema Indonesia tahun ini.