Kalender Jawa Hari Ini 23 Oktober 2026: Jumat Pon, Neptu 13
Kalender Jawa Hari Ini 23 Oktober 2026 jatuh pada Jumat Pon dengan neptu 13, bertepatan dengan 11 Jumadilawal 1960 serta 12 Jumadilawal 1448 H. Tanggal Jawa dan Hijriah tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama (Kemenag), sedangkan keterangan wuku Dukut mengikuti Kalender Jawa Online Ki-Demang.
Weton dan Neptu 23 Oktober 2026
- Hari dan pasaran: Jumat dan Pon.
- Weton: Jumat Pon.
- Tanggal Jawa: 11 Jumadilawal 1960.
- Tanggal Hijriah: 12 Jumadilawal 1448 H.
- Wuku: Dukut.
- Neptu: Jumat (6) + Pon (7) = 13.
Neptu diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran; menurut tabel neptu Primbon.com, Jumat bernilai 6 dan Pon bernilai 7 sehingga totalnya 13.
Memahami Weton, Pasaran, dan Neptu
Menurut penjelasan Keraton Yogyakarta, penanggalan Jawa mengenal saptawara atau siklus tujuh hari serta pancawara atau siklus lima pasaran. Dalam kasus ini, Jumat adalah nama hari, Pon adalah pasarannya, dan Jumat Pon adalah wetonnya. Neptu merupakan nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran tersebut.
Pertemuan hari dan pasaran yang sama berulang setiap 35 hari atau satu selapan. Dengan menambahkan 35 hari dari 23 Oktober 2026, weton Jumat Pon berikutnya jatuh pada 27 November 2026. Perhitungan ini menjelaskan mengapa weton tidak menetap pada satu tanggal Masehi yang sama setiap bulan.
Acuan Nilai Hari dan Pasaran
Tabel neptu Primbon.com mencantumkan nilai berikut untuk memeriksa perhitungan weton:
- Nilai hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
- Nilai pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Jumlah neptu yang sama dapat dimiliki weton berbeda. Jumat Pon bernilai 13 dari 6 + 7, sementara Sabtu Wage juga bernilai 13 dari 9 + 4. Dengan demikian, total neptu saja belum cukup untuk menentukan nama weton; hari dan pasarannya tetap harus diperiksa.
Mengapa Tanggal Jawa dan Hijriah Berbeda?
Dalam kalender yang menjadi rujukan artikel ini, 23 Oktober 2026 tercatat sebagai 11 Jumadilawal 1960 Jawa dan 12 Jumadilawal 1448 H. Meskipun nama bulannya sama, angka tanggalnya berbeda. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa kalender Sultan Agungan meneruskan angka tahun Saka, tetapi menggunakan perhitungan berdasarkan pergerakan bulan dan memiliki aturan yang berbeda dari kalender Hijriah.
Saat mencatat tanggal kelahiran atau keperluan adat, simpan tanggal Masehi, tanggal Jawa, dan sumber kalendernya secara terpisah. Dengan begitu, angka tanggal yang berbeda tetap dapat ditelusuri ke rujukan yang digunakan.
Watak Weton Jumat Pon
Dalam tafsir primbon Jawa yang dijelaskan Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo, Jumat Pon dikaitkan dengan kemampuan bergaul, kejujuran, dan kebaikan hati. Pangarasan Lakuning Lintang menggambarkan potensi memberi arah serta menjadi teladan, meskipun dalam penafsiran yang sama terdapat kecenderungan mudah berpindah pilihan.
Sisi yang perlu diperhatikan adalah ambisi berlebihan, keinginan mendapat pujian, dan kebiasaan memamerkan kepandaian atau harta. Tafsir pancasuda Lebu Katiyup Angin memuat gambaran hambatan mencapai keinginan sehingga dapat dibaca sebagai pengingat untuk tekun. Penafsiran tradisional ini merupakan bahan refleksi, bukan ukuran pasti kepribadian maupun masa depan seseorang.
Wuku Dukut: Anjuran dan Pantangan
Wuku adalah pekan dalam siklus pawukon. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa ada 30 wuku dengan durasi masing-masing tujuh hari, sehingga satu putarannya berlangsung 210 hari. Weton menunjukkan perpaduan hari dan pasaran pada tanggal tertentu, sedangkan wuku menunjukkan posisi pekannya dalam siklus yang lebih panjang.
Wuku Dukut berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 menurut kalender Ki-Demang. Ki Totok Yasmiran menyebutnya dengan ejaan Dhukut dan menjelaskan petungan tradisional berikut:
- Anjuran tradisional: Menyemai atau menebar benih, terutama padi, pada Jumat Pon dalam wuku Dukut.
- Pantangan tradisional: Bepergian ke arah barat daya untuk urusan sangat penting selama tujuh hari wuku Dukut berlangsung.
Anjuran tersebut merujuk pada pertemuan Jumat Pon dan wuku Dukut dalam ulasan Ki Totok Yasmiran di detikJateng. Petungan ini merupakan kepercayaan budaya, bukan kepastian mengenai hasil suatu kegiatan.
Kalender Jawa 19–25 Oktober 2026
Berikut kalender Jawa 19–25 Oktober 2026 yang disusun berdasarkan penanggalan Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pedoman penanggalan Jawa dan Hijriah. Nilai neptu dihitung dari penjumlahan nilai hari dan pasaran.
| Tanggal | Weton | Neptu |
| 19 Oktober 2026 | Senin Wage | 8 |
| 20 Oktober 2026 | Selasa Kliwon | 11 |
| 21 Oktober 2026 | Rabu Legi | 12 |
| 22 Oktober 2026 | Kamis Pahing | 17 |
| 23 Oktober 2026 | Jumat Pon | 13 |
| 24 Oktober 2026 | Sabtu Wage | 13 |
| 25 Oktober 2026 | Minggu Kliwon | 13 |
Pada rentang ini, 19–24 Oktober termasuk wuku Dukut, sedangkan 25 Oktober memasuki wuku Watugunung menurut kalender Ki-Demang. Jumat Pon, Sabtu Wage, dan Minggu Kliwon sama-sama memiliki neptu 13 meskipun nama wetonnya berbeda.
Kalender Jawa Hari Ini 23 Oktober 2026 memiliki weton Jumat Pon dengan neptu 13; untuk rincian lainnya, baca Kalender Jawa Oktober 2026 lengkap dan ulasan weton Jumat Pon di Katadata.